Perdana Menteri Kanada Mark Carney menjelaskan kesepakatan kuota impor EV China ke Trump di sela KTT G7. Trump mengaku suka dengan struktur kuota tersebut.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara tidak sengaja terekam mikrofon saat menjelaskan kesepakatan impor mobil listrik (EV) China kepada Presiden AS Donald Trump.
Percakapan itu terjadi di sela KTT G7 di Prancis.
Dalam rekaman tersebut, Carney mengatakan Kanada menerapkan batas keras impor EV China sebanyak 49.000 unit per tahun, atau kurang dari tiga persen pangsa pasar.
Trump terlihat mengangguk setuju dan berkata, "Itu bagus, saya suka."
Isi Kesepakatan EV China-Kanada
Kesepakatan itu mengurangi sebagian tarif impor EV China yang sebelumnya 100 persen. Sebagai imbalan, China menangguhkan tarif balasan terhadap produk pertanian Kanada.
Carney menambahkan bahwa kesepakatan ini membuka kemungkinan investasi China di Kanada, termasuk produksi lokal. Namun ia menekankan hal itu belum pasti dan bukan sekadar perakitan knock-down.
Usai pertemuan, Carney mengatakan kepada wartawan bahwa Trump menyukai struktur kesepakatan tersebut.
Trump sendiri mengaku tidak ingat persis apa yang ia katakan, tetapi ia lebih suka adanya kuota daripada tanpa kuota.
Meski Trump tampak setuju, banyak pihak di dalam pemerintahannya yang menentang keras kesepakatan itu. Pada Januari lalu, Trump bahkan menuding China "mengambil alih" Kanada.
Asosiasi Produsen Kendaraan Kanada yang mewakili Ford, GM, dan Stellantis mendesak Ottawa membatalkan perjanjian karena khawatir merusak industri otomotif Amerika Utara.
Kritik juga datang terkait keamanan data dan teknologi kendaraan terhubung di EV China.
Dua anggota DPR dari Michigan mengajukan undang-undang pada Mei untuk melarang kendaraan buatan China masuk AS atas dasar keamanan nasional.
Meski demikian, apakah Trump akan mengadopsi model kuota serupa untuk AS?
Analis menilai kemungkinannya kecil karena industri manufaktur mobil AS jauh lebih besar dibanding Kanada, sehingga ancaman dari perusahaan China lebih signifikan.
