Lexus IS 500 menjadi satu-satunya sport sedan V8 naturally aspirated yang masih baru. Dengan keandalan legendaris dan karakter berkendara murni, mobil ini menawarkan alternatif bagi yang lelah dengan biaya perawatan mobil Jerman.
Dalam setahun ke depan, tidak akan ada lagi sport sedan V8 naturally aspirated yang bisa dibeli baru.
Segmen yang dulu identik dengan delapan silinder kini didominasi mesin turbo, hybrid, bahkan empat silinder. Namun, satu sedan masih bertahan: Lexus IS 500.
Mobil ini menggabungkan V8 lawas dengan keandalan yang langka di kelasnya. Lexus sudah menghentikan produksinya untuk model 2026, sehingga stok yang ada sekarang adalah yang terakhir.
V8 di Tengah Dunia Turbo
Sementara BMW M3 menggunakan twin-turbo six, Mercedes-AMG C63 hybrid empat silinder, dan Audi RS5 hybrid V6, Lexus IS 500 tetap setia pada 5.0-liter V8 naturally aspirated.
Tidak ada turbo, tidak ada baterai, tidak ada kompromi.
Mesin 2UR-GSE ini menghasilkan 472 hp pada 7.100 rpm dan torsi 395 lb-ft pada 4.800 rpm.
Tenaga puncak hampir menyentuh redline, yang berarti pengemudi harus bekerja untuk mendapatkannya—dan itulah yang membuatnya istimewa. Respons throttle langsung tanpa jeda turbo.
Akselerasi 0-60 mph tercatat 4,4 detik (versi pabrik) atau 4,3 detik (uji Car and Driver).
Transmisi otomatis delapan percepatan memang terasa lambat saat paddle shift, namun bisa diakali. Konsumsi BBM 17 mpg kota dan 25 mpg jalan raya.
Suara yang Tak Bisa Dipalsukan
Mercedes C63 hybrid empat silinder menghasilkan 671 hp, namun ditolak pasar dan akan dihentikan. Ini membuktikan bahwa pembeli mencari karakter, bukan sekadar angka.
Lexus IS 500 memiliki suara intake yang garang di atas 4.000 rpm dan raungan redline yang otentik.
Sasisnya disetel untuk jalan raya, bukan sekadar sirkuit.
Dengan penggerak roda belakang, limited-slip differential Torsen, dan suspensi adaptif, mobil ini terasa presisi di jalan berliku namun tetap nyaman untuk harian.
Bobot 3.983 pon membuatnya lincah, meski rem bisa memudar jika dipacu terus di sirkuit.
Biaya Perawatan yang Jauh Lebih Rendah
Menurut RepairPal, Lexus berada di peringkat ke-7 dari 32 merek dalam hal keandalan, dengan biaya perawatan tahunan rata-rata $551.
BMW berada di peringkat ke-30 dengan $968 per tahun, dan Mercedes $908.
Selisih biaya perawatan antara Lexus IS dan BMW Seri 3 selama 10 tahun mencapai lebih dari $4.000.
Mesin 2UR-GSE telah digunakan sejak 2008 dan terbukti mampu menempuh 200.000 mil tanpa masalah besar. Kombinasi injeksi port dan langsung mencegah penumpukan karbon pada katup intake.
Tidak ada turbo, intercooler, atau hybrid yang bisa rusak.
Keluhan terbesar pemilik IS 500 justru pada sistem infotainment yang terasa usang, bukan pada drivetrain.
Siapa yang Cocok Membeli Lexus IS 500?
Mobil ini untuk tiga tipe pembeli: penggemar otomotif yang menginginkan V8 naturally aspirated terakhir; eks pemilik mobil Jerman yang lelah dengan biaya perawatan tinggi; dan pembeli yang menginginkan satu mobil cepat untuk 10 tahun ke depan tanpa khawatir.
Kursi belakang memang sempit untuk orang dewasa, dan teknologi kabin tidak semodern pesaing.
Namun, bagi yang mengutamakan karakter mesin dan keandalan, Lexus IS 500 adalah pilihan yang tak tergantikan.
