otomotif1.com

Cadillac Optiq Generasi Baru Dikabarkan Gunakan Platform China

Cadillac Optiq generasi baru
Cadillac Optiq generasi baru

Cadillac dikabarkan akan menggunakan platform Xiao Yao buatan China untuk Optiq generasi berikutnya. Platform ini sudah dipakai Buick Electra E7 dan laris di pasar China.

Ukuran teks

Generasi terbaru Cadillac Optiq dikabarkan akan mengadopsi platform yang dikembangkan di China, bukan Detroit.

Informasi ini muncul dari laporan Reuters yang menyebut General Motors (GM) sedang mempertimbangkan penggunaan platform bernama Xiao Yao untuk SUV listrik entry-level tersebut.

Platform Xiao Yao dikembangkan oleh insinyur di Pan Asia Technical Automotive Centre di Shanghai, hasil kerja sama GM dengan mitra lamanya, SAIC.

Platform ini sudah digunakan pada Buick Electra E7 plug-in hybrid dan terbukti lebih sukses di pasar China dibandingkan teknologi Ultium buatan AS.

Selain E7, platform yang sama juga dipakai pada sedan L7 yang tersedia dalam varian hybrid dan listrik murni.

Meski Buick belum berencana membawa E7 ke Amerika Serikat, Reuters menyebut komponen platform ini bisa menjadi dasar bagi Optiq yang akan dijual di AS, menggantikan basis Ultium pada model saat ini.

Namun, ketika dikonfirmasi oleh InsideEVs, GM di Amerika Utara pertama-tama mengatakan platform Xiao Yao pasti tidak akan masuk AS, lalu kemudian menyebut laporan Reuters sebagai "spekulatif".

Saat ini Optiq berbasis Ultium sudah diluncurkan di China pada 2023 dan tiba di AS dua tahun kemudian.

Di AS, Optiq hanya tersedia dalam versi dual-motor all-wheel drive, sementara pembeli China bisa memilih varian front-wheel drive dengan satu motor dan baterai lebih kecil.

Powertrain Electra E7 yang paling cocok untuk AS menggabungkan mesin bensin 1.5 liter turbo bertenaga 154 hp dan motor listrik 221 hp, dengan jangkauan listrik nyaris 100 mil.

China Memimpin Pengembangan Mobil

Selama beberapa dekade, China lebih berperan sebagai basis manufaktur untuk produk yang dirancang di tempat lain.

Namun kini, produsen mobil besar mulai beralih ke tim teknik China untuk menciptakan kendaraan dan teknologi yang bisa diekspor ke seluruh dunia.

Arsitektur Xiao Yao mendukung teknologi yang belum tersedia di platform listrik buatan AS, termasuk sistem kelistrikan 900 volt dan kemampuan pengisian daya ultra-cepat.

Rencana Optiq ini merupakan bagian dari tren industri yang lebih luas, di mana Volkswagen, Renault, Hyundai, dan lainnya memberikan otonomi lebih besar ke pusat teknik China demi siklus pengembangan yang lebih cepat dan teknologi EV yang lebih kuat.

Berkat keahlian China, misalnya, Renault berhasil mengembangkan Twingo baru dalam waktu kurang dari dua tahun—setengah dari waktu yang biasanya dibutuhkan merek Eropa.

Namun, pengemudi Eropa yang menikmati hasilnya, karena Twingo tidak dijual di China.

Update Terbaru

Lihat semua