Seorang penggemar mobil asal Estonia menyulap Lancia Thesis yang terbengkalai menjadi camper unik. Dengan suku cadang cetak 3D dan tenda atap, sedan mewah ini siap untuk petualangan.
Sebuah Lancia Thesis yang terbengkalai kini menjelma menjadi camper yang menarik perhatian. Pemiliknya, Allar, berhasil menghidupkan kembali sedan mewah Italia itu dan mengubahnya menjadi kendaraan rekreasi.
Mobil yang awalnya dirancang untuk mengangkut politisi Italia ini kini bisa digunakan untuk tidur berdua di alam terbuka.
Proyek unik ini bermula dari perjalanan harian Allar yang sering melihat Thesis hijau tua yang tampak terlantar.
Setelah setahun, ia menemukan iklan baris untuk mobil yang sama. Alih-alih membiarkannya masuk ke tempat pembuangan akhir, Allar memutuskan untuk menyelamatkannya.
Perjuangan Memperbaiki Lancia yang Terabaikan
Kondisi mobil saat itu sangat memprihatinkan. Terdapat penyok, goresan, velg yang tidak serasi, dan karat di bagian bawah.
Mesin tidak mau hidup, mekanisme tuas persneling rusak, dan beberapa modul elektronik hilang.
Meskipun demikian, Allar tetap membelinya dan memulai proses restorasi yang melelahkan.
Setelah mengganti banyak komponen mesin, ia menemukan mesin diesel 2.4 liter lima silinder turbonya ternyata dalam kondisi baik.
Masalah terbesar adalah tuas persneling. Suku cadang untuk sedan langka ini hampir mustahil ditemukan.
Allar pun menggunakan teknologi cetak 3D untuk membuat komponen selektor gigi sendiri.
Ia juga memperbaiki sistem kelistrikan Italia yang terkenal rumit dengan mencari modul bekas hingga semua sistem berfungsi.
Setelah layak jalan, Allar menyadari bahwa ia tidak memiliki kebutuhan harian untuk mobil tersebut.
Dari Sedan Eksekutif Menjadi Camper
Alih-alih menjualnya, Allar memutuskan untuk mewujudkan mimpi lamanya memiliki camper. Ia memesan tenda atap keras yang bisa diperluas hingga 4 meter persegi saat dibuka.
Untuk menopang berat tenda, ia merancang dan membuat rak atap rendah yang mengikuti garis atap Thesis. Mobil juga dilengkapi penyetel ketinggian pegas belakang untuk menahan beban tambahan.
Allar memasang velg 19 inci dari Jaguar XF dengan spacer dan adaptor mur roda buatan sendiri.
Sistem baterai ganda dipasang untuk memberi daya pada semua peralatan tambahan dan elektronik di dalam tenda atap.
Meskipun telah dimodifikasi, Thesis tetap nyaman dikendarai. Allar melaporkan bahwa mobil ini mampu melaju 140 km/jam tanpa suara angin berisik.
Kekurangannya, mesin turbodiesel terasa lambat di kecepatan rendah karena masalah turbo.
Reaksi orang-orang terhadap proyek ini beragam. Mata yang tidak terlatih mungkin masih menganggapnya sebagai mobil terbengkalai, tetapi para penggemar otomotif sangat menyukainya.
Mobil ini membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, sebuah mobil Italia yang terlupakan pun bisa mendapatkan kehidupan kedua di alam terbuka.
