otomotif1.com

Pangkalan BYD di Shenzhen Terdampak Topan Noul, Pengiriman Da Tang dan Ti7 Tertunda

Pangkalan BYD di Shenzhen rusak akibat Topan Noul
Collapsed container rooms and cars damaged by debris. Credit: 3YC User Report

Topan Noul menerjang pangkalan industri BYD di Shenzhen, merusak kendaraan jadi dan menunda pengiriman Da Tang serta Ti7. Produksi sempat dihentikan dua hari.

Ukuran teks

Topan Noul, badai tropis terkuat di China selatan sejak awal 2026, menerjang kawasan tersebut akhir pekan lalu.

Salah satu korban adalah BYD, yang pangkalan industrinya di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan (SSCZ) rusak akibat badai.

Kejadian ini terjadi saat BYD sedang memperluas pangkalan SSCZ untuk memenuhi permintaan internasional yang meningkat.

Seminggu sebelumnya, BYD mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran dan perekrutan lebih dari 9.000 posisi, dari pekerja jalur perakitan hingga manajer.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan pada fasilitas dan kendaraan jadi, serta perintah tinggal di tempat bagi pekerja, memengaruhi produksi di pangkalan SSCZ.

Akibatnya, pengiriman mobil BYD seperti Da Tang (Great Tang) yang baru diumumkan akan tertunda.

Dampak pada Fasilitas dan Pengiriman BYD

3YC User Report, grup pemilik BYD di platform media sosial WeChat China, melaporkan bahwa Topan Noul memaksa penghentian dua jalur perakitan utama selama dua hari.

Produksi kini sudah kembali berjalan, tetapi aliran mobil belum pulih seperti sebelum badai.

Kerusakan fisik di pangkalan industri tampak minimal, hanya kerusakan ringan pada kamar kontainer, jendela, dan peralatan luar ruangan.

Kerusakan utama terjadi pada kendaraan jadi yang diparkir di luar ruangan menunggu pengiriman ke pelanggan.

Gambar yang dipublikasikan 3YC menunjukkan goresan dan penyok luas pada kendaraan yang diparkir, dengan beberapa kasus kaca depan retak, jendela pecah, dan panel logam penyok.

Sebagian besar armada yang rusak terdiri dari Da Tang dan Ti7 milik FCB, dua SUV dengan tunggakan pesanan yang besar.

BYD akan memperbaiki kendaraan yang rusak, tetapi tidak akan ditawarkan ke pelanggan biasa.

Sebaliknya, kendaraan tersebut akan dijual ke karyawan BYD dengan diskon besar, sesuai praktik pabrikan lain di China.

Sebelumnya, pengiriman BYD terhambat oleh kekurangan paket Blade Battery 2.0, masalah yang sebagian besar teratasi setelah peluncuran Seal 08.

Insiden terbaru ini telah menghapus sebagian kendaraan siap kirim dan kemungkinan akan menyebabkan waktu tunggu lebih lama bagi pembeli.

Menurut China EV DataTracker, BYD mengirimkan 177.442 unit secara domestik pada Juni 2026.

Meskipun masih menjadi salah satu pabrikan berkinerja teratas di China, BYD mengalami penurunan penjualan tahun-ke-tahun sebesar 40 hingga 60% sejak awal tahun.

Dengan delapan pangkalan produksi lain di China yang beroperasi, Topan Noul diperkirakan tidak akan berdampak signifikan pada angka penjualan dan produksi BYD.

Namun, keterlambatan pengiriman dapat memengaruhi opini publik dan memberikan keuntungan humas bagi pesaing.

Update Terbaru

Lihat semua