otomotif1.com

Bullet 350: Royal Enfield yang Membuat Setiap Kilometer Berkesan

Royal Enfield Bullet 350

Royal Enfield Bullet 350 hadir dengan mesin J-series baru, desain klasik, dan harga $4.799. Motor ini menawarkan kesederhanaan mekanis yang membuat setiap perjalanan berkesan.

Ukuran teks

Royal Enfield telah lama dikenal sebagai ikon di dunia sepeda motor.

Selama lebih dari satu abad, pabrikan asal India ini terus memproduksi motor dengan suara khas, gaya klasik, dan konstruksi sederhana yang tetap melibatkan pengendaranya.

Kini, Bullet 350 hadir sebagai model yang diperbarui. Motor ini tetap mempertahankan esensi Royal Enfield, tetapi dengan sentuhan modern yang membuatnya relevan di masa kini.

Perpaduan Antara Teknologi dan Jiwa

Kemajuan teknologi memang membawa banyak perubahan. Motor menjadi lebih cepat dan andal, tetapi sebagian orang merasa jiwa berkendara mulai hilang.

Royal Enfield justru memilih jalan berbeda. Mereka tetap mengutamakan kesederhanaan mekanis dan keterlibatan pengendara, meskipun produknya telah diperbarui.

Bullet 350 adalah contoh nyata dari filosofi tersebut. Dengan mesin J-series yang baru, motor ini tetap menawarkan pengalaman berkendara yang murni.

Mesin J-Series yang Baru, Tapi Terasa Akrab

Mesin J-series pada Bullet 350 sepenuhnya baru, tetapi dirancang agar terlihat dan terasa seperti mesin lama. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan loyalis Royal Enfield.

Mesin ini mampu memenuhi standar emisi di seluruh dunia. Tenaganya santai, tetapi sangat efisien bahan bakar.

Bahkan, Meteor 350 yang menggunakan mesin serupa menjadi cruiser paling irit di pasaran.

Mesin ini memiliki satu silinder, berpendingin udara, dua katup, dan kapasitas 349 cc. Bore dan stroke-nya panjang, dengan rasio kompresi 9,5:1.

Tenaga maksimalnya 20 tenaga kuda pada 6.100 RPM dan torsi 19,9 pound-feet pada 4.000 RPM.

Tenaga disalurkan melalui gearbox manual lima percepatan dan rantai ke roda. Satu-satunya sentuhan modern adalah sistem injeksi bahan bakar.

Menariknya, Bullet 350 tidak dilengkapi kopling assist-and-slipper, meskipun model 350 cc lainnya menggunakannya. Kemungkinan besar, fitur ini akan hadir pada pembaruan berikutnya.

Sasis Tradisional yang Disempurnakan

Sasis twin downtube tetap dipertahankan, tetapi telah diperbaiki. Hasilnya, Bullet 350 terasa seperti versi modern dari pendahulunya.

Suspensi depan menggunakan garpu teleskopik 41 mm, sedangkan belakang memakai twin-tube emulsion shock absorber dengan preload yang bisa disetel.

Jarak main depan 5,1 inci dan belakang 3,1 inci.

Pengereman mengandalkan cakram depan 300 mm dengan kaliper dua piston, serta cakram belakang 270 mm dengan kaliper satu piston.

Roda menggunakan jari-jari dengan ukuran 19 inci di depan dan 18 inci di belakang, serta ban bertube.

Dimensi dan Bobot yang Cukup Besar

Ukuran Bullet 350 tidak banyak berubah selama beberapa dekade. Panjangnya 83,1 inci, lebar 30,9 inci, dan jarak sumbu roda 54,7 inci.

Tinggi jok 31,7 inci, yang mungkin terlihat tinggi, tetapi karena motornya ramping, terasa lebih mudah dikendalikan. Tangki bahan bakarnya mampu menampung 3,43 galon.

Bobotnya cukup berat untuk tenaga yang dihasilkan, yaitu 430 pon. Namun, hal ini justru memberikan stabilitas yang baik di jalan.

Fitur yang Justru Menjadi Ciri Khas

Bullet 350 memang tidak dilengkapi fitur modern seperti kontrol traksi atau layar TFT. Bahkan, lampu halogen masih dipertahankan.

Panel instrumennya meniru desain Smiths meter klasik, dengan tambahan layar digital kecil di bagian bawah untuk menunjukkan level bahan bakar dan odometer.

Di beberapa pasar, tersedia pod TFT Tripper sebagai aksesori. Desainnya simetris, dengan kunci kontak di kiri dan pod Tripper di kanan.

Rem ABS dual-channel sudah tersedia berkat cakram belakang. Namun, tidak ada kontrol traksi.

Aksesori lain yang tersedia antara lain jok upgrade, pelindung mesin dan bak mesin, velg hitam, serta sandaran penumpang.

Perbandingan dengan Kompetitor

Di segmen cruiser entry-level, Bullet 350 memiliki beberapa pesaing. Honda Rebel 300 menawarkan mesin berpendingin cairan dengan empat katup dan sistem E-Clutch sebagai standar.

Namun, motor ini terasa kurang berjiwa.

Sementara itu, Yamaha V-Star 250 menawarkan kesederhanaan dan keandalan. Mesin V-twin-nya mudah dirawat dan terkenal bandel.

Namun, V-Star 250 tidak memiliki ABS, bahkan sebagai opsi.

Dengan harga $4.799, Bullet 350 berada di antara Classic 350 dan Meteor 350. Harganya cukup bersaing untuk pengalaman berkendara yang ditawarkan.

Bagi mereka yang mencari motor cruiser sederhana dengan jiwa klasik, Bullet 350 adalah pilihan yang tepat. Setiap kilometer yang ditempuh akan terasa berkesan.

Update Terbaru

Lihat semua