Lotus mengakui SUV listrik Eletre seharga Rp3,6 miliar tak lagi masuk akal dijual di AS. Tarif impor yang melonjak hingga 150 persen membuat model ini tidak punya celah bisnis.
Lotus secara terbuka mengakui bahwa SUV listrik Eletre tidak lagi masuk akal untuk dijual di pasar Amerika Serikat.
Kendaraan yang semula diposisikan sebagai performa dengan harga kompetitif itu harus menelan pil pahit akibat tarif impor yang membengkak.
Hanya segelintir unit Eletre yang berhasil terjual di AS pada tahun lalu.
Padahal, varian Eletre Carbon yang sepenuhnya listrik dibanderol mulai dari angka fantastis, yaitu 232.900 dolar AS atau sekitar Rp3,6 miliar.
Tarif Impor Menggerus Rencana Bisnis
Lotus sebenarnya punya ambisi besar untuk menjual Eletre di Amerika Serikat.
SUV ini direncanakan hadir dengan harga mulai 107.000 dolar AS, angka yang terbilang wajar jika dibandingkan dengan performa dan teknologi yang ditawarkan.
Namun, rencana itu kandas.
Beberapa bulan setelah Lotus mengumumkan niatnya, pemerintahan Biden menaikkan tarif untuk mobil listrik buatan China dari 25 persen menjadi 100 persen.
Lotus pun terpaksa mengubah strategi.
Mereka hanya mengimpor sejumlah kecil model dengan spesifikasi tinggi yang berbasis pada Eletre R, yang awalnya akan dibanderol mulai 145.000 dolar AS.
Model baru ini dikenal sebagai Eletre Carbon dengan harga selangit, 232.900 dolar AS.
Presiden dan CEO Lotus Americas, Massimiliano Trantini, mengungkapkan bahwa setelah alokasi Eletre Carbon untuk 2025 habis terjual, tidak ada lagi unit yang diimpor ke AS.
"Kami berencana membawa Eletre ke AS. Kami melakukan semua persiapan, termasuk homologasi.
Kami siap.
Saat kami memutuskan untuk membawanya, tarif mulai berlaku, jadi kami harus selektif memilih varian yang akan dibawa," ujarnya kepada Motor Trend.
Trantini menambahkan, ketika tarif impor kembali naik menjadi 150 persen, Lotus tidak lagi menemukan celah bisnis untuk menjual Eletre di pasar AS.
Meski Eletre kini tersedia secara internasional sebagai plug-in hybrid, kemungkinan besar model ini maupun Emeya tidak akan masuk ke AS.
Hal ini terkait dengan Connected Vehicle Rule yang melarang kendaraan baru dengan teknologi China.
Kabar baiknya, Trantini menyebut Emira tetap mematuhi regulasi hingga tahun model 2027.
Karena Emira diproduksi di AS, bukan di China seperti Eletre dan Emeya, ada harapan model ini tetap dijual dalam beberapa tahun ke depan.
