Toyota menggeser posisi RAV4 baru ke segmen premium di Afrika Selatan karena merek China menguasai pasar entry-level. Harga naik sekitar US$3.500.
Toyota resmi memosisikan RAV4 generasi terbaru sebagai model yang lebih premium di Afrika Selatan. Langkah ini diambil setelah merek-merek China mengubah peta persaingan di segmen entry-level.
Dalam wawancara dengan Biz Community, Manajer Senior Hubungan Masyarakat Toyota South Africa Motors, Riaan Esterhuysen, mengakui bahwa Toyota tidak bisa bersaing langsung dengan merek China pada titik harga paling bawah.
“Kami tidak dapat bersaing langsung dengan merek China yang sedang naik daun pada titik harga entry-level,” ujarnya.
“Mereka telah mengubah pasar itu; mereka membentuk pasar atau mengubah bentuk pasar dengan mendorong pelanggan ke tingkat bawah dan menengah, atau mengambil pembeli mobil bekas dan menjualnya lebih tinggi.”
Mobil-mobil China kini menguasai lebih dari 19 persen penjualan mobil baru di Afrika Selatan.
Angka ini diperkirakan terus naik seiring masuknya lebih banyak merek dan perluasan lini produk pemain yang sudah ada.
RAV4 baru dibanderol mulai 770.500 rand (sekitar US$47.100) hingga 1.043.900 rand (sekitar US$63.800).
Harga ini sekitar US$3.500 lebih mahal dibanding pendahulunya.
Kenaikan harga ini mungkin menekan volume penjualan, tetapi berpotensi meningkatkan margin keuntungan Toyota.
Strategi ini menjadi respons atas dominasi merek seperti BYD, Chery, dan Geely di pasar Afrika Selatan.
Tekanan dari BYD
BYD, pesaing terbesar Toyota dari China, menargetkan untuk menyalip Toyota dalam lima tahun. Pada Juni lalu, Ketua BYD, Wang Chuanfu, menyatakan keyakinannya bahwa perusahaannya akan melampaui Toyota.
Tahun lalu, BYD menjual 4,6 juta kendaraan, sementara grup Toyota menjual 11,21 juta unit termasuk Lexus dan Daihatsu.
Selisih yang besar itu membuat target BYD terlihat ambisius.
Namun, jika Toyota tidak mampu memangkas waktu pengembangan dan menurunkan harga, ruang bagi BYD untuk tumbuh tetap terbuka lebar.
