otomotif1.com

Pameran Teknologi Pengecoran & Metalurgi GIFA METEC 2026 Segera Hadir

Pameran Teknologi Pengecoran & Metalurgi GIFA METEC 2026 Segera Hadir

GIFA & METEC Indonesia 2026 hadir September dengan Paviliun Aluminium perdana. Dukung hilirisasi, peningkatan kapasitas hingga 3,56 juta ton, dan koneksi teknologi global. Kunjungi JIExpo Kemayoran 9–12 September!

Ukuran teks

Otomotif1.com, Jakarta, 12 Agustus 2026 l — Pameran internasional teknologi pengecoran logam dan metalurgi GIFA dan METEC Indonesia 2026 siap diselenggarakan pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Edisi tahun ini menandai tonggak baru dengan kehadiran Aluminium Pavilion, area khusus perdana yang didedikasikan bagi teknologi, material, dan solusi ekosistem industri aluminium. Langkah ini sejalan dengan percepatan hilirisasi dan transisi Indonesia menuju fase pertumbuhan pesat industri aluminium nasional.

Berdampingan sebagai pameran bersama dengan Mining Indonesia ke-24, acara ini diproyeksikan mempertemukan sekitar 200 perusahaan peserta dari 8 negara (Austria, Tiongkok, Jerman, India, Italia, Singapura, Spanyol, dan Indonesia) serta sekitar 6.000 pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri.

Kapasitas Produksi Melonjak, Peluang Ekspansi Besar

Pertumbuhan industri aluminium Indonesia berjalan beriringan dengan defisit pasokan global yang diproyeksikan mencapai 764 ribu ton pada 2026. Kapasitas produksi aluminium primer nasional diprediksi melonjak tajam: dari sekitar 870 ribu ton (2025) menjadi 2,51 juta ton (2026), dan terus meningkat hingga 3,56 juta ton pada 2027. Hal ini telah mengubah posisi Indonesia menjadi eksportir bersih aluminium primer, dengan pasar utama ke Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan.

Meski demikian, Indonesia masih mengimpor produk olahan dan fabrikasi aluminium dalam jumlah besar — sekitar US$698 juta untuk aluminium belum ditempa, serta nilai lebih tinggi untuk pelat, struktur, dan komponen otomotif. Inilah celah besar yang perlu diisi dengan teknologi tepat guna.

"Indonesia kini bukan sekadar produsen mineral, melainkan pasar strategis bagi teknologi pengolahan maju. GIFA dan METEC 2026 menjadi jembatan menghubungkan kebutuhan industri dengan solusi teknologi global," ujar Lars Wismer, Managing Director Messe Düsseldorf Asia.

 Senada, Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, menambahkan:

"Pameran menjadi wadah strategis membangun jejaring, adopsi inovasi, dan kerja sama yang menambah nilai rantai pasok logam nasional."

Teknologi Global Dukung Hilirisasi Nasional

GIFA Indonesia menampilkan teknologi pengecoran dan peleburan dari nama besar seperti Cunova GmbH (Jerman), EBNER Industrial Furnaces (Tiongkok), KALFRISA (Spanyol), serta mitra lokal seperti PT Wilisindomas Indahmakmur dan PT Citec Engineering Indonesia. Sementara METEC Indonesia menghadirkan solusi simulasi, digitalisasi, dan metalurgi dari MAGMA Engineering (Singapura), MCC (Tiongkok), PT Wintherm Bara Indonesia, dan lainnya.

Kehadiran mereka menjawab kebutuhan akan peralatan pengecoran, pemrosesan termal, sistem kendali mutu, hingga fabrikasi presisi — selaras dengan kebijakan larangan ekspor bauksit, peta jalan Making Indonesia 4.0, serta permintaan tinggi sektor otomotif, kendaraan listrik, dan energi terbarukan.

Informasi Lengkap

GIFA & METEC Indonesia 2026 diselenggarakan 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran. Pendaftaran peserta dan pengunjung kini dibuka. Akses laporan lengkap edisi sebelumnya serta detail acara:

🔗 www.gifa-indonesia.com | www.metec-indonesia.com (*) [sny]

Update Terbaru

Lihat semua