Mini Cooper generasi berikutnya dikabarkan akan menggunakan platform BMW Gen6 yang tidak mendukung penggerak roda depan, sehingga berpotensi pindah ke penggerak roda belakang untuk pertama kalinya.
Mini Cooper generasi berikutnya dikabarkan akan mengalami perubahan besar. Mobil ini berpotensi beralih dari penggerak roda depan ke penggerak roda belakang.
Jika terwujud, ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah Cooper hatch yang telah menggunakan penggerak roda depan sejak model original tahun 1959.
Menurut laporan Autocar, generasi baru Cooper akan menggunakan platform Gen6 milik BMW. Platform yang sama juga dipakai oleh BMW i3 dan iX3.
Yang menarik, platform Gen6 tidak mendukung tata letak penggerak roda depan. Hal ini membuat perpindahan ke penggerak roda belakang menjadi sangat mungkin.
Meski Mini belum mengonfirmasi, para insinyur BMW menyatakan tidak ada rencana untuk mengembangkan versi penggerak roda depan dari platform Gen6.
Namun, untuk Cooper bermesin bensin, kemungkinan tetap menggunakan penggerak roda depan hingga 2030-an karena memakai arsitektur berbeda.
Desain Terinspirasi Generasi R50
Kepala desain Mini, Holger Hampf, mengindikasikan bahwa desain Cooper baru akan mengambil inspirasi dari generasi R50, model pertama di bawah kepemilikan BMW.
Banyak orang tidak memiliki ingatan tentang Mini klasik, tetapi mereka ingat dengan Mini yang dibuat BMW dalam 25 tahun terakhir.
Hampf menegaskan bahwa desainnya tidak akan menjadi vintage, melainkan interpretasi modern dari apa yang telah mereka lakukan, termasuk penggunaan ruang yang cerdas dan kejutan yang menyenangkan.
Mini juga mungkin mengecilkan ukuran Cooper baru dengan melihat model-model lama. Namun, Hampf mengakui mobil harus cukup besar untuk kenyamanan modern dan perlengkapan keselamatan.
Ia juga menyebut bahwa setidaknya versi tiga pintu akan tetap tersedia.
Cooper saat ini baru diluncurkan pada 2024, dan facelift diperkirakan masih dua tahun lagi. Generasi berikutnya kemungkinan baru hadir pada dekade berikutnya.
