Aston Martin terbuka pada kembalinya transmisi manual, namun bisa mengadopsi sistem ala Ferrari yang menggunakan kopling dan tuas palsu.
Aston Martin membuka peluang untuk menghadirkan kembali transmisi manual pada model-model terbarunya. Namun, pabrikan asal Inggris itu tampaknya lebih tertarik pada pendekatan ala Ferrari yang menggunakan sistem 'palsu'.
Wacana ini mengemuka di tengah tren kembalinya mobil sport bertransmisi manual pada Monterey Car Week tahun ini.
Sejumlah model baru seperti GMSV S1, McLaren McL 6GT, Spyker C8 Preliator XXV, dan Kode89 turut menampilkan gearbox manual.
Aston Martin sendiri justru meluncurkan Valen, yang diklaim sebagai mobil produksi berpenggerak depan terkuat di dunia.
Mobil ini mengandalkan mesin V12 5.2 liter twin-turbo dengan tenaga 838 hp dan torsi 1.000 Nm.
Dengan tenaga sebesar itu, Valen mampu melesat dari 0-96 km/jam dalam tiga detik dan mencapai kecepatan tertinggi 344 km/jam.
Namun, mobil ini hanya tersedia dengan transmisi otomatis delapan percepatan.
CEO Aston Martin, Adrian Hallmark, mengungkapkan bahwa menambahkan transmisi manual bukanlah perkara mudah. Ia menjelaskan bahwa masalahnya bukan pada gearbox-nya, melainkan pada sistem elektronik dan modifikasi yang diperlukan.
Sistem keselamatan modern seperti adaptive cruise control dan collision mitigation menjadi kendala utama.
Teknologi tersebut dinilai sulit bekerja dengan transmisi manual, dan memodifikasinya bisa lebih mahal daripada mengembangkan gearbox baru.
Meski demikian, beberapa produsen lain berhasil menggabungkan transmisi manual dengan sistem bantuan pengemudi.
Contohnya Toyota GR86 dan Honda Civic Type R yang tetap menawarkan adaptive cruise control pada versi manualnya.
Hallmark juga menyinggung 'faux' stick shift pada Ferrari 12Cilindri Manuale, yang sebenarnya adalah transmisi otomatis dual-clutch delapan percepatan dengan tuas manual dan pedal kopling.
Ia mengisyaratkan Aston Martin bisa melakukan hal serupa.
Namun, ia belum memberikan kepastian apakah langkah tersebut akan direalisasikan. Keputusan akhirnya akan mempertimbangkan biaya dan permintaan pasar.
