Ford menarik 86 unit Mustang Mach-E 2023-2025 karena modul kontrol baterai pengganti bisa melaporkan kesehatan baterai palsu, berisiko kehilangan daya hingga kebakaran.
Ford mengumumkan recall terhadap 86 unit Mustang Mach-E tahun model 2023-2025 yang menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP).
Pemicunya adalah masalah pada Battery Energy Control Module (BECM) pengganti yang dapat melaporkan kondisi kesehatan baterai secara keliru.
Ironisnya, cacat ini hanya muncul pada kendaraan yang sebelumnya pernah menjalani perbaikan baterai.
Kesalahan Inisialisasi State of Health
Saat BECM pengganti dipasang, sistem menginisialisasi State of Health baterai pada angka 100 persen seperti kondisi baru dari pabrik.
Padahal, baterai yang sudah terpasang di kendaraan memiliki State of Health aktual yang berbeda.
Akibatnya, kendaraan dapat menampilkan State of Charge yang lebih tinggi dari kondisi sebenarnya di kluster instrumen.
Pengemudi bisa melihat indikator daya yang seolah masih banyak, padahal cadangan energi sebenarnya lebih sedikit.
Ford menyebut ketidaksesuaian ini dapat menyebabkan pembatasan daya tak terduga hingga kehilangan tenaga penggerak sepenuhnya.
Pengemudi mungkin melihat lampu peringatan berbentuk kunci pas atau kura-kura saat kendaraan mulai membatasi daya.
Ada kekhawatiran lain yang berpotensi lebih serius, yaitu perhitungan State of Health yang salah dapat meningkatkan lithium plating di dalam sel baterai seiring bertambahnya siklus pengisian cepat DC.
Lithium plating yang parah dapat meningkatkan risiko pelepasan panas dan berpotensi memicu kebakaran kendaraan.
Hingga pengajuan recall, Ford menyatakan belum mengetahui adanya kecelakaan, cedera, atau kebakaran yang terkait dengan masalah ini.
Ford juga belum mengidentifikasi laporan lapangan yang secara spesifik terkait dengan kesalahan perhitungan State of Health tersebut.
Solusinya adalah pembaruan perangkat lunak sederhana yang memungkinkan BECM mengenali dan menggunakan State of Health aktual dari baterai yang terpasang.
Recall ini terbilang sangat kecil, namun menjadi pengingat bahwa kendaraan listrik modern sangat bergantung pada perangkat lunak yang mengetahui kondisi baterai secara akurat.
