otomotif1.com

Polisi Pakai 'LMAO' hingga 'Idk' untuk Justifikasi Pencarian Plat Nomor

Ilustrasi kamera pembaca plat nomor otomatis yang digunakan kepolisian
Polisi Pakai 'LMAO' hingga 'Idk' untuk Justifikasi Pencarian Plat Nomor

Investigasi EFF menemukan alasan tidak serius seperti 'LOL', 'LMAO', hingga 'idk' dalam log pencarian kamera plat nomor otomatis di sejumlah kepolisian.

Ukuran teks

Investigasi Electronic Frontier Foundation (EFF) menemukan sejumlah alasan tidak serius yang dicatat petugas saat melakukan pencarian di basis data pembaca plat nomor otomatis (ALPR).

Alasan yang tercatat antara lain "LOL", "LMAO", "Sexy", "idk", hingga rangkaian huruf acak seperti "asdfga" dan "fghjkl".

Temuan ini menunjukkan bahwa dokumentasi yang seharusnya menjelaskan dasar pencarian di sistem pelacakan kendaraan besar tidak selalu ditangani dengan serius.

Contoh Pencarian dan Alasan yang Tercatat

EFF menyoroti satu kasus di mana seorang petugas Goshen Police Department melakukan pencarian yang mencakup 6.474 jaringan ALPR dan data dari 82.413 kamera pada 7 Mei 2025.

Alasan yang dimasukkan untuk pencarian tersebut adalah "idk".

EFF juga menemukan pegawai Barberton Police Department di Ohio melakukan sejumlah pencarian antara Maret 2024 dan Mei 2026 dengan alasan "LOL" atau "lol".

Pegawai Lake County Sheriff's Department di Indiana dilaporkan menggunakan "LMAO", sementara petugas Richmond Police di California memakai "Hehe".

Di Norton, Massachusetts, seorang pegawai dilaporkan menuliskan "Sexy".

Thornton Police di Colorado mencatat pencarian dengan alasan "driving around being weird", sedangkan seorang petugas Columbus menggunakan "idiot".

Beberapa contoh paling mencolok bahkan tidak berupa kata sama sekali.

EFF menemukan pencarian dari sejumlah instansi di Georgia, Florida, Wisconsin, Ohio, Oklahoma, dan Kentucky yang memuat rangkaian seperti "asdfga", "fghjkl", dan ketikan keyboard yang makin rumit.

Saat dimintai komentar, beberapa departemen tersebut menyatakan pencarian yang dimaksud tetap merupakan bagian dari investigasi yang sah.

Pihak lain menyebut sebagian alasan itu muncul akibat frustrasi terhadap perangkat lunak yang digunakan.

Perubahan Sistem dan Kritik Akuntabilitas

Flock kini tidak lagi mewajibkan penjelasan dalam bentuk teks bebas.

Pengguna sekarang memilih salah satu dari sejumlah opsi dalam kotak dropdown.

Perusahaan menyatakan langkah itu membuat catatan audit lebih sederhana dan lebih akurat.

Namun EFF menilai perubahan tersebut bisa berdampak sebaliknya bagi akuntabilitas.

Sebab, petugas dapat memilih kategori generik tanpa menjelaskan secara spesifik alasan mereka mencari pergerakan seseorang.

Pendekatan dropdown Flock bukan satu-satunya cara menangani persoalan ini.

Antarmuka Fusus ALPR milik Axon saat ini mewajibkan pengguna memilih kategori pelanggaran dan memberikan alasan tertulis untuk pencarian.

Instansi juga dapat mewajibkan nomor kasus.

Dengan kata lain, menyederhanakan antarmuka tidak harus menghilangkan kewajiban petugas menjelaskan alasan pencarian.

Sistem pengawasan yang mampu mencari di puluhan ribu kamera bukanlah mainan.

Menjelaskan secara terbuka alasan penggunaan alat pengawasan sekuat itu seharusnya menjadi standar paling dasar yang mudah dipenuhi.

Update Terbaru

Lihat semua