Volvo Cars menunjuk Klaus Zellmer, mantan CEO Skoda, sebagai Presiden dan CEO baru untuk memimpin peluncuran 13 model baru dalam empat tahun ke depan.
Volvo Cars resmi menunjuk Klaus Zellmer sebagai Presiden dan CEO baru, menggantikan Hakan Samuelsson.
Zellmer akan mulai bertugas dalam 12 bulan ke depan dan mengemban tugas besar: mengawal peluncuran 13 model baru dalam empat tahun.
Keputusan ini diumumkan saat Volvo tengah menghadapi tantangan berat, terutama soal profitabilitas.
Perusahaan yang dimiliki konglomerat China, Geely, itu berharap pengalaman Zellmer mampu membawa angin segar.
Rekam Jejak Panjang di Industri Otomotif
Zellmer bukan nama baru di industri otomotif. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun.
Posisi terakhirnya adalah CEO Skoda, bagian dari Grup VW.
Sebelumnya, ia juga pernah memimpin divisi mobil Porsche untuk Amerika Utara pada 2015 hingga 2020 sebagai Presiden dan CEO.
Pengalaman menangani merek Eropa dinilai krusial, terutama saat Volvo masih berjuang memperbaiki kinerja keuangan.
Volvo sendiri akan merayakan ulang tahun ke-100 pada 2027.
Perusahaan baru saja mengumumkan rencana meluncurkan 13 model baru pada 2030 dengan strategi terpisah untuk pasar Barat dan China.
Tugas Berat Menanti di Depan
Kabar soal CEO baru ini sebenarnya bukan hal mengejutkan.
Pada 2025, saat Hakan Samuelsson ditunjuk kembali, sudah ditegaskan bahwa ia hanya akan menjabat selama dua tahun.
Perusahaan pun telah memulai pencarian penerus jangka panjangnya.
Kini, Zellmer ditugaskan menjalankan peta jalan baru yang telah disusun untuk merek tersebut.
Tantangannya tidak ringan: menggandakan pangsa pasar Volvo, menyeimbangkan kembali strategi penggerak dengan menghadirkan lebih banyak hybrid, memperdalam kolaborasi dengan Geely, serta membuat proses pembelian lebih transparan melalui penawaran khusus dan varian model dengan pengiriman cepat.
Eric Li, Chairman Volvo Cars, menilai Zellmer memiliki kombinasi keahlian otomotif mendalam dan pengalaman kepemimpinan internasional yang luas.
Ia juga menyoroti rekam jejak Zellmer dalam memandu organisasi melewati transformasi dan perubahan kondisi pasar.
Menurut Li, pengalaman Zellmer di segmen premium dan merek bervolume tinggi sangat cocok untuk Volvo.
Dewan yakin di bawah kepemimpinannya, Volvo dapat membangun fondasi kuat dan memasuki babak baru sebagai perusahaan mobil premium terkemuka.
Sementara itu, Zellmer mengaku menyadari besarnya tanggung jawab yang menantinya.
Ia tetap optimistis dan memuji reputasi Volvo yang kuat dan bertahan lama di bidang keselamatan.
Zellmer juga mengagumi bahasa desain Volvo yang abadi dan kontemporer serta identitas mereknya yang jelas.
Ia menyatakan senang bisa bergabung di momen penting perkembangan perusahaan dan siap berkontribusi membentuk babak berikutnya.
