Moline, Illinois, menonaktifkan sembilan kamera Flock dalam dua pekan meski polisi mengakui teknologi itu membantu mengungkap pembunuhan, perampokan, dan penculikan.
Moline, Illinois, akan menonaktifkan sembilan kamera Flock dalam waktu sekitar dua pekan. Kepolisian setempat mengakui sistem itu membantu penanganan kasus pembunuhan, perampokan, penculikan, dan kendaraan curian.
Meski dinilai berharga, program itu dijeda dengan alasan privasi dan kepercayaan publik. Departemen Kepolisian Moline menyebut langkah ini sebagai jeda, bukan pembatalan permanen.
Sejumlah kota di Amerika Serikat memutus kerja sama dengan Flock Safety setelah laporan penyalahgunaan, pencarian tanpa izin, dan berbagi data yang luas.
Moline menempuh jalur berbeda karena tidak mengklaim kamera gagal dan tidak mengungkap skandal lokal.
Kepala Polisi Darren Gault menegaskan langkah ini bukan penolakan terhadap teknologi ALPR atau nilainya bagi penegakan hukum.
Ia menilai program yang ada tidak lagi memberi keseimbangan yang diinginkan antara keselamatan publik dan kepercayaan publik.
Diakui Berharga, tetapi Tetap Dijeda
Halaman resmi pembaca pelat nomor departemen itu menyebut sistem tersebut invaluable.
Data ALPR tercatat membantu dua kasus pembunuhan ganda pada 2024, perampokan Chase Bank, penculikan 2025, sebuah penembakan, dan operasi skimmer kartu pembayaran.
Peringatan Flock juga dikreditkan membantu menemukan kendaraan curian, melacak tersangka pembunuhan dari luar kota, serta menangkap tersangka sekaligus menyita senjata.
Bagi polisi, jaringan itu bukan perangkat mahal yang menganggur.
Namun, pejabat Moline menilai teknologi, hukum yang berlaku, dan ekspektasi publik tidak lagi bergerak seiring. Wali Kota Sangeetha Rayapati kepada KWQC menyatakan oposisi publik berperan signifikan.
Kekhawatiran terhadap Flock melintasi garis politik dan menguat setelah laporan penyalahgunaan di tempat lain. Moline menegaskan kameranya mengumpulkan informasi kendaraan, bukan data pribadi atau pengenalan wajah.
Pencarian disebut memerlukan tujuan investigasi yang sah dan tunduk pada audit. Meski begitu, warga tetap khawatir ke mana informasi itu bisa berpindah dan siapa yang akhirnya mengaksesnya.
Karena statusnya hanya jeda, ALPR bisa kembali. Moline dapat mempertimbangkan ulang program itu jika perlindungan privasi lebih kuat muncul atau opini publik mereda.
Sementara itu, catatan keberhasilan membantu menyelesaikan kejahatan serius belum cukup mengatasi kekhawatiran warga tentang pengawasan.
