Mate Rimac, CEO Bugatti Rimac, menilai Eropa tak perlu meniru China. Ia mengusulkan strategi niche seperti industri jam tangan Swiss untuk bertahan.
Mate Rimac, CEO Bugatti Rimac, menyampaikan pandangan berbeda soal persaingan otomotif Eropa melawan China. Ia menilai produsen Eropa tidak seharusnya meniru apa yang sudah dikuasai pesaingnya.
Pandangan itu ia sampaikan melalui unggahan di media sosial. Rimac menekankan pentingnya mencari ceruk pasar sendiri, bukan mengikuti arus yang sama.
Menurut Rimac, pendekatan saat ini dinilainya keliru. Ia menyoroti praktik membayar konsultan dengan biaya yang disebutnya mencapai ratusan juta euro untuk meniru langkah kompetitor.
Ia justru mengusulkan arah sebaliknya.
Alih-alih menambah layar lebih besar, mengurangi tombol, atau mengejar pengisian daya lebih cepat, Eropa bisa menonjolkan hal yang berbeda.
Contoh Interior Bentley Arnage
Rimac memakai interior Bentley Arnage sebagai ilustrasi.
Mobil buatan Inggris yang diproduksi 1998 hingga 2009 itu memiliki ventilasi kokoh, tombol yang terasa, karpet tebal, serta kulit dan kayu asli.
Meski bagi sebagian orang tampak kuno, menurut Rimac tampilan itu kontras dengan yang dilakukan banyak merek saat ini.
Ia menilai bukan elemen tunggal yang membuat istimewa, melainkan sinergi seluruhnya.
Rimac lalu menganalogikan masa depan industri otomotif Eropa dengan industri jam tangan Swiss.
Ia menyebut Swiss hanya membuat lima persen jam dunia, tetapi meraih 90 persen keuntungan di sektor itu.
Ia menegaskan tidak setuju dengan anggapan bahwa mobil mewah harus dibuat untuk semua orang. Baginya, Eropa perlu menemukan ceruknya sendiri seperti Swiss menemukan jam tangan.
Klip berdurasi 86 detik yang diunggah ke Instagram dan Facebook itu telah ditonton 1,4 juta kali.
Unggahan tersebut meraih 88.000 suka dan lebih dari 2.000 komentar.
Sejumlah nama dikenal di industri otomotif turut menanggapi.
Beberapa jurnalis dan influencer otomotif seperti Chris Harris, Jonny Smith, Harry Metcalfe, Misha Charoudin, dan Aziz Drives disebut sependapat dengan Rimac.
CEO Bentley, Dr. Frank-Steffen Walliser, bahkan meninggalkan komentar bercanda. Ia meminta Rimac tidak membocorkan strategi Bentley.
Seruan Rimac ini berbeda dari sejumlah CEO lain yang meminta tarif atau larangan terhadap produk China. Ia lebih mendorong Eropa memperkuat pembeda yang membuat mobil Eropa unik.
Namun, gagasan itu berlawanan dengan arah industri saat ini. Masih belum jelas apakah CEO otomotif lain akan mengikuti pandangan Rimac.
