Roof rack yang jarang dipakai bisa menambah konsumsi BBM hingga 19 persen. Simak bukti uji coba dan alasan aerodinamika di baliknya.
Roof rack atau rak atap sering dianggap aksesori sepele. Padahal, perangkat ini bisa menjadi sumber pemborosan bahan bakar yang signifikan.
Banyak pengemudi memasang roof rack untuk kebutuhan liburan atau mengangkut barang. Namun, saat tidak digunakan, aksesori ini justru membebani efisiensi kendaraan.
Pabrikan menghabiskan biaya besar untuk menyempurnakan aerodinamika mobil. Sayangnya, penambahan aksesori eksterior seperti roof rack merusak aliran udara yang sudah dirancang optimal.
Dampak Nyata pada Konsumsi BBM
Uji coba yang dilakukan Car and Driver beberapa tahun lalu menunjukkan fakta mengejutkan. Melepas crossbar pabrik dari Kia Carnival meningkatkan konsumsi bahan bakar dari 25 menjadi 28 mpg.
Peningkatan itu membuat jangkauan jarak tempuh di jalan raya bertambah hingga 60 mil atau sekitar 97 kilometer. Artinya, roof rack yang tidak terpakai benar-benar menguras bahan bakar.
Consumer Reports juga menguji Nissan Altima sedan dengan hasil serupa.
Pemasangan roof rack menurunkan efisiensi bahan bakar sebesar 11 persen atau 5 mpg pada kecepatan 65 mph (105 km/jam).
Ketika roof rack dipadukan dengan kotak kargo atap, kerugian efisiensi melonjak menjadi 19 persen atau setara 9 mpg.
Pada SUV yang bentuknya lebih kotak, efeknya memang tidak sedramatis sedan, tetapi tetap saja pemborosan.
Penyebab utamanya adalah peningkatan hambatan aerodinamis. Roof rack memperluas area frontal kendaraan dan mengganggu aliran udara halus di atas mobil, sehingga menciptakan turbulensi.
Efek ini semakin terasa pada kecepatan tinggi. Bahkan aksesori pabrik yang sudah dioptimalkan secara aerodinamis tetap memberikan beban berat pada efisiensi bahan bakar.
Selain hambatan udara, bobot tambahan dari roof rack juga berperan, meski pengaruhnya tidak sebesar faktor aerodinamika.
Semakin sering mobil melaju di jalan tol, semakin besar pula bahan bakar yang terbuang.
Tren desain SUV bergaya gagah turut membuat roof rack semakin populer.
Pabrikan dari China misalnya, banyak meniru detail dari mobil 4x4 ikonik untuk model SUV listrik atau range-extender mereka.
Untuk mobil off-road sejati seperti Jeep Wrangler, Ford Bronco, Land Cruiser, Toyota 4Runner, Mercedes G-Class, dan Land Rover Defender, roof rack tidak banyak mengubah profil aerodinamis yang memang sudah kotak.
Namun, memasang aksesori serupa pada crossover ringan, hatchback, wagon, atau minivan akan membuat pengemudi lebih sering mampir ke SPBU.
Ini menambah biaya kepemilikan kendaraan yang seharusnya bisa dihindari.
Jika roof rack tidak sedang dipakai, sebaiknya lepas crossbar-nya. Langkah sederhana ini bisa menghemat pengeluaran bahan bakar dalam jangka panjang.
