CEO baru Fiat Arnaud Belloni menilai penghentian Punto pada 2018 sebagai kesalahan strategi. Ia ingin menghadirkan kembali hatchback mungil itu ke pasar Eropa.
Fiat Punto resmi dihentikan pada 2018 tanpa penerus langsung. Keputusan itu kini dinilai sebagai kesalahan oleh CEO baru Fiat, Arnaud Belloni.
Belloni ingin menghadirkan kembali Punto untuk bersaing di segmen hatchback subkompak bermesin pembakaran internal, seperti Renault Clio.
Punto pertama kali meluncur pada 1993 sebagai pengganti Uno. Generasi kedua hadir pada 1999, lalu Grande Punto pada 2005.
Grande Punto mendapat dua facelift besar pada 2009 sebagai Punto Evo dan pada 2012 sebagai Punto. Model ini bertahan hingga 2018.
Peluang yang Terlewat di Segmen B
Dalam wawancara dengan L'Automobile Magazine di Paris Motor Show 2026, Belloni menyatakan keyakinannya bahwa Fiat harus memiliki Punto di jajaran produknya.
Ia menilai penghentian Punto membuka jalan bagi Renault Clio untuk menguasai pasar supermini Eropa. Ditambah lagi, Ford Fiesta juga dihentikan dan Volkswagen Polo tidak diperbarui.
Kondisi itu membuat Clio tampil nyaris tanpa pesaing dan meraih kesuksesan komersial. Belloni menyebut sudah waktunya Fiat merebut kembali wilayah tersebut.
Belloni menjabat sebagai CEO Fiat, Abarth, dan Lancia. Sebelumnya ia menjabat Direktur Pemasaran Global Renault antara 2020 dan 2026.
Desain Baru dan Strategi Multi-Energi
Fiat dikenal lewat pendekatan desain retro pada model seperti 500 dan Grande Panda. Namun Punto baru disebut akan mengambil arah yang sepenuhnya berbeda.
Belloni mencontohkan Renault Clio generasi keenam yang berani mendesain ulang total karena tidak terikat masa lalu.
Ia menyebut Clio hanyalah hatchback segmen B yang memberi kebebasan untuk diciptakan ulang.
Punto baru juga berpotensi menjadi basis bagi Abarth hot hatch di masa depan. Segmen itu kini lowong setelah Ford Fiesta ST dan VW Polo GTI dihentikan.
Visi Belloni sejalan dengan komentar CEO sebelumnya, Olivier François.
Pada 2025, François menyebut hatchback EV ramping dan sporty bisa berhasil jika preferensi pembeli Eropa kembali ke mobil tradisional.
François sempat menegaskan Punto baru belum dalam pengembangan tahun lalu. Kini proyek itu tampak aktif, dengan perubahan utama pada strategi powertrain.
Belloni disebut tertarik menawarkan opsi mesin pembakaran dan hybrid, bukan hanya EV.
Grande Panda memakai arsitektur Smart Car yang hemat biaya, sehingga Punto kemungkinan bergerak ke segmen lebih atas.
Kandidat platform yang cocok adalah CMP/eCMP multi-energi yang sudah dipakai keluarga hatchback dan SUV subkompak Stellantis.
Platform ini dinilai lebih tepat daripada arsitektur STLA One untuk Peugeot 208 dan Opel Corsa yang hanya menawarkan powertrain nol emisi.
Fiat disebut mampu mengembangkan Punto baru tanpa investasi besar berkat akses ke komponen Stellantis. Grande Punto sebelumnya berbagi platform dengan Opel Corsa D dari General Motors.
Dua alasan utama Grande Punto tidak mendapat penerus adalah biaya riset dan pengembangan mandiri yang tinggi serta margin keuntungan yang tipis.
Belloni tidak menetapkan tanggal peluncuran hatchback subkompak itu. Namun karena menyasar Renault Clio, model ini bisa hadir sebelum akhir dekade.
Seperti generasi sebelumnya, Punto baru akan difokuskan untuk pasar Eropa yang permintaan segmen kecilnya masih kuat.
