Sejumlah BYD Da Tang varian 950 km RWD dilaporkan keluar dari pabrik dengan pelek belakang yang lebih lebar terpasang di depan, memicu keluhan handling dan keselamatan.
Sejumlah pemilik BYD Da Tang di China mengeluhkan kondisi kendaraan mereka yang keluar dari pabrik dengan kombinasi roda depan dan belakang tidak sesuai.
Pelek belakang yang lebih lebar dilaporkan terpasang di bagian depan, sementara pelek depan yang lebih sempit berada di belakang.
Kasus ini mencuat setelah beberapa pemilik melaporkan masalah penanganan dan keausan ban yang tidak wajar.
Hanya Varian 950 km RWD yang Terdampak
Menurut laporan 3YC User Report, isu ini hanya menimpa satu varian Da Tang, yakni model 950 km RWD.
Varian tersebut menggunakan konfigurasi roda staggered, di mana roda belakang memang lebih lebar daripada depan.
Spesifikasi standar pabrik menyebut ban depan berukuran 255/50R20 dengan pelek 8J, sedangkan ban belakang 275/45R20 dengan pelek 9J.
Namun inspeksi di dealer dan oleh pemilik mengungkap bahwa pelek 9J justru terpasang di depan dan pelek 8J di belakang.
Pola ban itu sendiri tidak berubah, tetapi lebar pelek yang tertukar membuat kombinasi ban dan pelek tidak lagi sesuai peruntukan.
BYD Da Tang sendiri mulai dipasarkan di China pada pertengahan Juli 2026 dengan harga awal 239.900 yuan atau sekitar 35.900 dolar AS.
Model ini tersedia dengan penggerak listrik dual-motor AWD dan single-motor RWD, serta baterai LFP berkapasitas 105,8 kWh dan 130,2 kWh.
Dampak pada Handling dan Risiko Keselamatan
Pemilik melaporkan kendaraan terasa sulit dikendalikan saat berkendara harian, termasuk kesulitan menjaga lajur lurus di jalan tol.
Menurut standar European Tyre and Rim Technical Organization (ETRTO), ban 255/50R20 kompatibel dengan pelek berukuran 7J hingga 9J.
Sementara itu, ban 275/45R20 hanya cocok dipasangkan pada pelek 8,5J sampai 10,5J.
Ketika ban belakang yang lebih lebar dipasang pada pelek depan 8J yang terlalu sempit, area kontak ban, respons kemudi, dan dukungan dinding samping ban ikut terpengaruh.
Kondisi ini berpotensi menurunkan stabilitas saat menikung dan berkendara dengan kecepatan tinggi.
Sistem stabilitas bawaan kendaraan juga dikhawatirkan tidak mampu mengompensasi perbedaan ukuran pelek tersebut.
Sejumlah pemilik Da Tang yang terdampak menuntut penggantian satu set pelek dan ban, pemeriksaan menyeluruh, serta perpanjangan garansi untuk komponen sasis.
Hingga berita ini ditulis, BYD belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut.
Berdasarkan data China EV DataTracker, BYD mengirimkan 10.997 unit Da Tang di pasar domestik pada September 2026.
