Dana Rp1,02 Triliun Mengalir ke Bendungan Megah Sulawesi Barat- Dibangun DAM Pertama di Sulbar Janjikan Kesejahteraan Warganya?

Dana Rp1,02 Triliun Mengalir ke Bendungan Megah Sulawesi Barat- Dibangun DAM Pertama di Sulbar Janjikan Kesejahteraan Warganya?

Dana Rp1,02 Triliun Mengalir ke Bendungan Megah Sulawesi Barat- Dibangun DAM Pertama di Sulbar Janjikan Kesejahteraan Warganya?-UNPLASH-

Pembangunan bendungan tidak hanya berperan dalam penyediaan air irigasi dan baku, tetapi juga menjadi solusi penting dalam mengendalikan banjir di kawasan rawan bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa.

Dengan mengurangi debit air hingga 60%, dari 341,59 m3/detik menjadi 106,76 m3/detik, bendungan ini menjadi sarana vital dalam mitigasi risiko banjir.



Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah dilintasi oleh tujuh sungai utama, yaitu Sungai Budong-Budong, Lumu, Karama, Karossa, Benggaulu, Kamansi, dan Panggajoang.

Sungai-sungai ini bermuara di Selat Makassar setelah mengalir dari daerah perbukitan di bagian timur menuju ke arah barat, melintasi Kabupaten Mamuju Tengah.

Pembangunan Bendungan Budong-Budong direncanakan untuk mengendalikan aliran Sungai Salulebbo, anak sungai dari Sungai Budong-Budong.





×

Baca juga: Pemekaran Terbesar! Sulawesi Tenggara Buka Lembaran Baru dengan Daerah Luas 5.779 Km2!

Baca juga: Pemekaran Provinsi Toba Raya Bersiap Wujudkan Dinamika Baru dan Potensi Luar Biasa, 9 Kabupaten dan 1 Kota Ikut Bergabung Bersama

Kabupaten Mamuju Tengah memiliki luas wilayah sebesar 306.527 km2, dimana sekitar 38% merupakan lahan kering dan sekitar 24% adalah lahan kering sekunder.

Terdiri dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa, kabupaten ini memiliki komoditas unggulan seperti padi, palawija, sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan aromatika (nilam).***

Sumber:


BERITA TERKAIT

Berita Lainnya

vidstr