Kebijakan rekayasa lalu lintas searah (one way) di jalan tol harus dipikir masak-masak, supaya bus yang akan kembali ke Jakarta tidak terhambat dan penumpang tidak menunggu lama di terminal penumpang.
Otomotif1.com l – Pemerintah harus jujur pada publik soal infrastruktur transportasi pemudik lebaran, kapasitas infrastruktur transportasi tidak direncanakan untuk kondisi mudik lebaran.
Berilah informasi pada publik, jika musim lebaran, perjalanan tidak selancar hari biasa, akan tetapi pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dengan beragam kebijakan atau program yang akan diterapkan.

Pemudik saat menunggu jadwal keberangkatan kereta menuju kampung halaman di ruang tunggu stasiun Gambir Jakarta|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Hal ini disampaikan oleh Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat dalam keterangannya kepada redaksi otomotif1.com.
Menurutnya, kondisi penumpukan arus pemudik dibanyak wilayah yang biasa dilalui oleh pemudik khususnya jalan tol dan jalan provinsi seakan dianggap wajar, dan masyarakat seakan sudah paham akan kondisi seperti ini akan terjadi dari tahun ke tahun saat musim mudik lebaran.
Namun pada kenyataannya daya tampung infrastruktur transportasi seperti jalan dan moda transportasi tidak mampu menampung lonjakan arus pemudik yang terjadi.
Disamping itu perubahan cuaca saat ini juga sangat dinamis akibat dampak global warming, tanda-tanda alampun sangat sulit untuk dipakai sebagai pedoman dan prakiraan seperti 30 tahun yang lalu.
Maka untuk prakiraan cuaca harus menggunakan alat. Untuk ini fungsi BMKG sangatlah vital, tapi AWS (Automatic Weather Station) yang di laut jumlahnya sangat minim.
