OTOMOTIF1.com

18th GIAC 2024 Soroti Inovasi Teknologi dan Kebijakan Kurangi Emisi Gas Buang Kendaraan

18th GIAC 2024 Soroti Inovasi Teknologi dan Kebijakan Kurangi Emisi Gas Buang Kendaraan
GIAC 2024 soroti inovasi teknologi dan kebijakan untuk pengurangan emisi kendaraan • sny-otomotif1.com
Ukuran teks

Namun beberapa faktor dan alasan, masih membuat masyarakat sanksi menggunakan kendaraan berbasis baterai. Salah satu solusi yang kini ditempuh adalah diterapkannya penggunaan bahan bakar baru dan terbarukan seperti bio ethanol.

Hal ini pun dibahas lengkap dalam dialog GAIKINDO International Auto Conference (GIAC) di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di ICE, BSD City yang berlangsung sejak 18 Juli hingga 28 Juli nanti.

Staf Khusus Kementerian ESDM, Agus Tjahajana dalam pemaparannya mengungkapkan Indonesia telah berkomitmen di forum transisi energi dunia, bahwa di 2030 akan mampu menurunkan emisi karbon nasional hingga 32 persen dan 40% bila kerja sama dengan dunia Internasional.

"Target emisi sektor energi sebesar 1.311 juta ton hingga 1.230 juta ton co2 ekuivalen ataudan pemanfaatan energi baru serta terbarukan akan dipercepat peningkatannya dari 11,5% pada 2019 menjadi 31% pada 2050. Kami percaya industri otomotif akan mendukung kesuksesan pemerintah dalam menurunkan emisi CO2 dari sektor transportasi melalui berbagai cara. Salah satunya dengan implementasi flexy engine. Artinya sebuah kendaraan bisa menggunakan penggerak lsitrik dan juga berbahan bakar nabati, sehingga disebut hibrida. Jadi nantinya ini ideal yang polusinya hampir tidak ada tapi infrastruktur seperti SPBU masih beroperasi. Ini merupakan salah satu solusi baik dalam karena konsumen ragu dan bertanya kelengkapan ekosistem kendaraan lsitrik," ungkap Agus Tjahajana, (23/7).

Halaman 2 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua