Banyak pesan tersembunyi yang ingin di sampaikan melalui film pendek ini. Menariknya, film ini cukup mencuri perhatian seorang psikolog muda, Tiara Puspita, yang menyoroti beberapa pesan tersembunyi yang sebenernya sangat nyata dialami dalam kehidupan keseharian seorang pemuda yang memiliki keinginan besar untuk menjadi pembalap handal.

Sanfrantis Tanu, Chief Director BMW Astra|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Dalam sesi tanya jawab saat konferensi pers bersama insan media, Tiara Puspita, menjelaskan secara gamblang tentang keadaan mental psikologi yang dialami oleh tokoh utama Aditya Surya yang diperankan oleh Gilang Devialdy.
Ia memaparkan bahwa, “Kesehatan mental merupakan bagian penting bagi seorang manusia, seperti halnya balapan kemampuan mobil dan skill pembalap tidak lengkap tanpa adanya mental yang sehat.”
Secara harfiah dapat disimpulkan bahwa, sebagai manusia seorang pembalap tetap harus profesional dalam menjalankan profesinya. Terlepas dari apapun persoalan yang membebaninya.
Namun kehadiran orang-orang terdekat dapat menjadi katalis yang sempurna dalam mencairkan segala permasalahan mental psikologis yang dihadapinya.

Para pemain film Love, Race Cars, & Death berfoto bersama Direksi BMW Astra|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Kenangan masa lalu memang tidak dapat dihapuskan dari memori hidup manusia namun dengan kebijakan hati dan pikiran untuk mau berdamai dengan keadaan tanpa harus menghapus memori itu dapat menjadi kunci menuju jalan keluar terbaik dan mengembalikan kembali konsentrasi terhadap pekerjaan dan profesi tanpa harus merusak hubungan antar manusia yang telah terjalin.
