OTOMOTIF1,com - Di tengah upaya global untuk menghadapi perubahan iklim, Indonesia semakin fokus pada elektrifikasi transportasi, terutama dalam sektor publik. Kementerian Perhubungan terus mendorong percepatan penggunaan bus litrik sebagai transportasi publik dengan target 90% kendaraan di tahun 2030[1].
Bus listrik menjadi salah satu solusi andalan untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara. Namun, untuk mendukung performa bus listrik, diperlukan ban khusus yang dirancang dengan spesifikasi berbeda dari ban bus biasa.
“Bus listrik membutuhkan ban yang dirancang khusus karena memiliki kebutuhan yang berbeda dengan ban pada bus konvensional. Hal ini disebabkan oleh beban tambahan dari baterai besar yang digunakan, serta tuntutan untuk mendukung efisiensi energi dan kenyamanan penumpang. Untuk menjawab kebutuhan ini, Hankook meluncurkan Smart City AU06, yang dirancang untuk menopang bobot ekstra sekaligus mendukung kenyamanan, keamanan, dan efisiensi operasional bus. Dengan teknologi ini, kami berharap dapat mempercepat penerapan transportasi rendah emisi di perkotaa," jelas Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, Rabu (8/1).

Hankook Tire, perusahaan ban global terkemuka di dunia, menjelaskan perbedaan antara ban khusus listrik dengan ban bus biasa:
Pertama, struktur desain ban. Ban bus listrik dirancang untuk mengurangi pada pergerakan pada struktur lapisan dalamnya agar panas yang dihasilkan tetap rendah, sehingga lebih efisien. Karkas ban dibuat dengan bentuk yang dioptimalkan untuk mengurangi deformasi, yaitu perubahan bentuk ban akibat tekanan atau beban berlebih, sehingga ban lebih stabil di jalanan tidak rata. Selain itu, desain bead yang lebih kuat melindungi dari kerusakan, sehingga membuat ban lebih tahan lama dan ekonomis.
