OTOMOTIF1.com

Jangan Sampai Rugi! Ini Tips Jitu Cegah Depresiasi Harga Mobil Saat Dijual Kembali

Jangan Sampai Rugi! Ini Tips Jitu Cegah Depresiasi Harga Mobil Saat Dijual Kembali
Ukuran teks

Faktor Penyebab Depresiasi

Harga mobil mengalami penurunan saat dijual kembali bukan tanpa alasan. Selain karena pemakaian dan usia mobil, berikut adalah beberapa faktor lainnya yang menjadi penyebab depresiasi harga mobil:

Warna Mobil

Siapa sangka bahwa warna sebuah mobil mempengaruhi harga jual kembali barang tersebut. Bila warnanya tidak populer, peminatnya cenderung sedikit sehingga harganya akan semakin turun. Laporan dari Global Automotive tahun 2021 menyebutkan bahwa warna mobil paling populer di dunia adalah putih (35%), hitam dan abu masing-masing 19%, lalu silver 9%. Sementara di Indonesia sendiri, warna mobil paling laris adalah hitam (37%) dan putih (27%).


Jadi, saat membeli mobil, pertimbangan warna yang populer ini agar saat ingin menjualnya kembali Anda tidak akan terlalu banyak merugi.

Konsumsi Bahan Bakar

Selain warna, konsumsi bahan bakar juga dapat mempengaruhi depresiasi kendaraan. Semakin lama digunakan, mobil cenderung menjadi lebih boros bahan bakar. Mobil dengan konsumsi bahan bakar tinggi akan mengalami penurunan harga yang lebih signifikan dibandingkan dengan mobil yang irit bahan bakar.

Merek Mobil

Mobil dengan merek yang memiliki market share besar dan tingkat penjualan tinggi di Indonesia cenderung memiliki harga stabil atau depresiasi yang tidak signifikan. Sebaliknya, merek mobil yang kurang diminati biasanya mengalami depresiasi lebih tinggi.

Desain dan Modifikasi

Mobil yang sering dimodifikasi hingga jauh dari setelan pabrik cenderung mengalami depresiasi lebih tinggi. Namun, pada beberapa jenis mobil, modifikasi yang meningkatkan kualitas justru dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan harganya.

Halaman 2 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua