Diposisi ketiga ada Thailand yang mencatrat penjualan 252.615 unit pada periode yang sama.

Tapi, jika dilihat dari pada segmen kendaraan, Malaysia unggul dalam penjualan mobil penumpang dengan total 292.430 unit, sementara Indonesia mencatatkan 248.897 unit.
namun demikian, dominasi Indonesia tetap terjaga berkat kontribusi kendaraan komersial yang mencapai 68.084 unit, jauh di atas Malaysia yang hanya berhasil menjual 21.589 unit.
“Narasi-narasi negatif (industri otomotif Malaysia telah kalahkan Indonesia) kita harus telaah lebih dahulu, datanya dari mana. Faktanya, dari data AAF, kita masih di posisi pertama (di ASEAN)," tambah Kukuh.
Atas data yang dikeluarkan AAF tersebut, apa dampak dan tantangannya bagi perkembangan otomotif di tanah air, Kukuh menegaskan bahwa narasi yang menyebut Indonesia telah disalip oleh Malaysia bisa memiliki dampak besar.

Data AAF 2025||
"Klaim semacam ini, di tengah situasi ekonomi global yang tidak stabil, dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap keberlangsungan industri otomotif Indonesia. Seolah-olah kemudian ada masalah yang sangat mendasar di Indonesia. Padahal kan di dunia tengah dihadapkan masalah sama, di mana ekonomi sedang tidak baik-baik saja pasca-tarif Trump," jelasnya.
Tekanan terhadap pasar otomotif Indonesia tidak hanya datang dari kompetisi regional, tetapi juga dari kondisi domestik yang kompleks.
