OTOMOTIF1.com

Apakah Timing Chain yang Terpasang di Mesin Peugeot SUV 3008 dan 5008 Perlu Perawatan? Ini Pesan Kepala Bengkel Astra Peugeot

Apakah Timing Chain yang Terpasang di Mesin Peugeot SUV 3008 dan 5008 Perlu Perawatan? Ini Pesan Kepala Bengkel Astra Peugeot
Ukuran teks

OTOMOTIF1.com – Bagi banyak pemilik mobil, istilah timing chain sering dianggap sebagai solusi praktis karena tidak perlu diganti secara rutin seperti timing belt. Komponen yang berbentuk rantai logam ini memang dirancang untuk bertahan lama, bahkan bisa seumur hidup mesin. Namun, bukan berarti timing chain sepenuhnya bebas perawatan.

Timing chain berfungsi menghubungkan crankshaft dan camshaft, sehingga pembukaan dan penutupan katup mesin terjadi secara presisi. Tanpa timing chain, mesin tidak akan bisa beroperasi dengan baik.

Dibandingkan timing belt yang terbuat dari karet, timing chain lebih tahan panas, lebih kuat, dan mampu bekerja dalam kondisi mesin modern yang penuh tekanan, seperti mesin turbocharged PureTech milik Peugeot.


Berbeda dengan timing belt yang umumnya harus diganti setiap 60.000–100.000 km, timing chain tidak memiliki jadwal penggantian berkala. Dalam kondisi normal, komponen ini bisa bertahan hingga 200.000 km bahkan lebih.

“Namun, tetap ada kemungkinan timing chain mengalami masalah, terutama jika sistem pelumasan mesin tidak terjaga. Oli yang kotor atau jarang diganti bisa menyebabkan rantai cepat aus atau tensioner melemah”, jelas Roni Agung Kepala Bengkel Astra Peugeot CIlandak.

Roni juga menambahkan, “ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk menjaga umur panjang timing chain, di antaranya gunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan, lakukan penggantian oli tepat waktu, Perhatikan suara mesin. Jika terdengar suara “gemerincing” atau berisik, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi, dan juga cek secara menyeluruh pada jarak tempuh tinggi. Pemeriksaan detail biasanya diperlukan setelah 200.000 km atau lebih”

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua