Stellantis dan Dongfeng berinvestasi USD 1,18 miliar untuk produksi Jeep dan Peugeot NEV di Wuhan, China, mulai 2027 untuk pasar global.
Jeep Kembali ke Pasar China dengan Investasi Besar
Merek legendaris Jeep dipastikan akan kembali hadir di pasar otomotif China. Kolaborasi strategis antara Stellantis, perusahaan otomotif global, dan Dongfeng, raksasa otomotif China, menjadi kunci kembalinya Jeep.
Investasi senilai 1,18 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 18 triliun dialokasikan untuk proyek ambisius ini.
>>> Li Auto Luncurkan SUV L9 Terbaru, Suspensi Aktif, Harga Mulai Rp1 Miliar
Fokus pada Kendaraan Listrik Baru
Kerja sama ini tidak hanya sekadar menghadirkan kembali merek Jeep, tetapi juga berfokus pada pengembangan dan produksi kendaraan listrik baru (NEV).
Wuhan, kota industri di China, dipilih sebagai lokasi utama fasilitas produksi baru.
Fasilitas ini akan memproduksi empat model NEV baru, mencakup merek Jeep dan Peugeot.
Target produksi dimulai pada tahun 2027.
Target Pasar Global
Produksi yang dimulai pada 2027 ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik China.
>>> BYD Akui Kelangkaan Baterai, Antrean EV Kilat Hampir 140.000 Unit
Sebaliknya, kendaraan-kendaraan baru ini dirancang untuk pasar global.
Langkah ini menunjukkan ambisi Stellantis dan Dongfeng untuk menjadikan China sebagai basis produksi strategis bagi pasar internasional.
Keputusan ini juga mencerminkan pergeseran tren industri otomotif global yang semakin mengarah pada elektrifikasi.
Dengan investasi besar dan fokus pada NEV, Jeep dan Peugeot berupaya untuk tetap kompetitif di era kendaraan ramah lingkungan.
>>> Sektor Kendaraan Listrik China Naikkan Harga Akibat Biaya Rantai Pasok
Kembalinya Jeep ke China menandai babak baru bagi merek ikonik ini dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar otomotif terbesar di dunia.
