Volkswagen-backed Gotion High-Tech meluncurkan baterai sodium-ion 'Gnascent' dengan tiga varian unggulan, siap produksi skala besar untuk berbagai aplikasi.
Tujuan strategis Gotion High-Tech dengan lini Gnascent adalah untuk mewujudkan aplikasi skala besar dalam penyimpanan energi di sisi jaringan (grid-side), industri, dan residensial.
>>> Hino Bus 115 SDBL: Andalan Baru PO. Sima Perkasya untuk Wisata
Perusahaan juga menjajaki pasar niche seperti kendaraan roda dua dan catu daya start-stop.
Fondasi teknologi Gnascent didukung oleh lebih dari 90 paten.
Paten tersebut mencakup material katoda seperti oksida berlapis, polianion, dan natrium mangan besi pirofosfat, serta anoda karbon keras dan aditif elektrolit.
Desain "anode-less" yang diadopsi turut berkontribusi dalam menekan biaya material sekaligus meningkatkan densitas energi.
Gotion High-Tech, yang didirikan pada tahun 2006 dan berkantor pusat di Hefei, telah berkembang menjadi penyedia solusi energi global yang terintegrasi secara vertikal, dengan Volkswagen Group sebagai pemegang saham terbesarnya.
Hingga akhir 2025, kapasitas penyimpanan energi perusahaan mencapai 400 GWh, didukung oleh 20 basis manufaktur di seluruh dunia.
Di pasar Tiongkok, Gotion High-tech menempati posisi sebagai pemasok baterai daya terkemuka, berada di belakang CATL dan BYD.
Pada bulan April, kapasitas baterai terpasang perusahaan mencapai 4,05 GWh, menguasai 6,6% pangsa pasar.
>>> Jeep Kembali ke China: Investasi Rp 18 Triliun, Produksi Mulai 2027
Dengan semakin matangnya teknologi sodium-ion, Gotion High-Tech bergabung dengan raksasa industri lainnya seperti CATL dan BYD dalam mempercepat penerapan solusi berbasis natrium.
