Tim pembongkar baterai BYD Blade generasi kedua memberikan penjelasan teknis mendalam usai pengujian ekstrem, termasuk respons terhadap kritik metode pengujian.
Tim pembongkar, yang sebelumnya telah membongkar lebih dari 20 paket baterai, menggambarkan baterai Blade generasi kedua sebagai paket yang paling sulit mereka temui.
Pembongkaran mengidentifikasi struktur penguat internal berbentuk "目" yang membagi paket menjadi beberapa bagian.
Paket baterai ini dilaporkan berisi 170 sel yang terhubung secara seri, dengan kompartemen tegangan tinggi terpisah di bagian depan dan belakang.
Proses pembongkaran juga menyoroti arsitektur DBO (Direct Battery to Output) dan BMS (Battery Management System) terintegrasi yang dirancang untuk mengurangi kompleksitas pengemasan di dalam sistem baterai.
Pengamatan lain terkait tata letak pengisian daya.
Pengisian daya AC dilaporkan melalui pengisi daya onboard yang terintegrasi ke dalam sistem kontrol elektronik kendaraan, bukan langsung ke paket baterai.
Sistem Pendinginan dan Struktur
Pembongkaran membahas pendekatan pendinginan langsung berbasis refrigeran BYD. Sistem ini menggunakan perubahan fasa refrigeran untuk memindahkan panas sambil mengurangi kebutuhan pompa sirkulasi tambahan.
Tim berpendapat bahwa desain ini dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya sistem.
>>> Baterai BYD Blade 2.0 Tahan 8 Jam Dibongkar Paksa, Tak Ada Api Muncul
Namun, mereka juga mengangkat pertanyaan tentang konsistensi distribusi panas selama sesi pengisian daya kilat berulang, karena refrigeran memiliki kapasitas panas yang lebih rendah dibandingkan sistem pendinginan cair.
Di sisi lain, tim mencatat bahwa desain aliran dalam struktur pendinginan tampaknya ditujukan untuk mengurangi pendinginan yang tidak merata.
