OTOMOTIF1.com

BYD Pertahankan Baterai Blade Generasi Kedua, Sebut Suhu 70°C Bukan Lagi Hambatan

BYD Pertahankan Baterai Blade Generasi Kedua, Sebut Suhu 70°C Bukan Lagi Hambatan
Sun Huajun, CEO of BYD Battery division. Credit: Sohu

CTO BYD Battery, Sun Huajun, membela teknologi baterai Blade generasi kedua dan klaimnya mampu mengatasi suhu tinggi 70°C tanpa masalah.

Ukuran teks

Bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem dingin, seperti -30°C, baterai ini hanya membutuhkan waktu tiga menit lebih lama untuk mengisi daya dari 20% hingga 97% dibandingkan pada suhu ruangan.

Untuk mendukung teknologi ini, BYD meluncurkan strategi “Flash Charge China”, yang bertujuan untuk membangun 20.000 stasiun pengisian daya kilat di seluruh negeri pada akhir tahun ini.

Hingga 6 Mei, perusahaan telah menyelesaikan pembangunan 5.924 stasiun.

>>> Suzuki Grand Vitara Hadapi Tanjakan Tanpa Hambatan Berarti

Menepis Klaim 'High-End'

Sun Huajun juga menanggapi tajam klaim dari pesaing, seperti CATL, yang menyatakan bahwa penggunaan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) pada kendaraan dengan harga di atas 250.000 yuan (sekitar 36.800 USD) merupakan sebuah "penurunan kelas" atau downgrade.

Ia mencontohkan Yangwang U9, sebuah supercar berperforma tinggi yang harganya melebihi 10.000.000 yuan (sekitar 1,47 juta USD), yang menggunakan teknologi LFP untuk mencapai akselerasi dan pengendalian tingkat elit.

"Siapa yang mendefinisikan apa itu 'high-end'?" tanya Sun.

Ia melanjutkan, "Apakah itu pemasok baterai yang menarik garis berdasarkan kepadatan energi, atau konsumen berdasarkan penanganan, kenyamanan, kecepatan pengisian daya, dan keamanan jangka panjang?"

Sun menegaskan filosofi BYD bahwa "Keamanan adalah kemewahan tertinggi."

Ia berpendapat bahwa definisi 'high-end' seharusnya tidak hanya didasarkan pada spesifikasi teknis baterai, tetapi juga pada pengalaman pengguna dan kemampuan rekayasa otomotif.

Halaman 2 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua