BYD mempercepat produksi baterai Blade 2.0 untuk mengatasi kendala pasokan yang sempat menghambat pengiriman model kendaraan pengisian daya cepat, termasuk Fang Cheng Bao.
BYD tengah menggenjot perluasan produksi paket baterai Blade 2.0 mereka.
Langkah ini diambil menyusul kendala pasokan yang sempat mengganggu pengiriman berbagai program kendaraan pengisian daya cepat (flash-charge) dari berbagai mereknya, termasuk Fang Cheng Bao.
>>> Varian Long Wheelbase Leapmotor C16 Muncul dalam Foto Mata-mata
General Manager Fang Cheng Bao, Xiong Tianbo, menyatakan pada 19 Mei bahwa pengiriman SUV Tai 3 varian flash-charge kini telah kembali normal.
Hal ini dimungkinkan setelah tim dikirim ke berbagai basis manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Menurut Xiong, staf dikerahkan ke fasilitas produksi di Shaanxi, Anhui, dan Zhengzhou dalam beberapa pekan terakhir.
Tujuannya adalah untuk mendukung operasi manufaktur dan mengatasi hambatan pasokan yang memengaruhi pengiriman kendaraan flash-charge.
Kendala Pasokan Baterai
Pembaruan ini menyusul pengakuan BYD sebelumnya bahwa produksi paket baterai Blade 2.0 tidak mampu mengimbangi permintaan yang melonjak pesat dari model EV pengisian daya cepat terbaru mereka.
Laporan sebelumnya menyebutkan BYD menghadapi kekurangan baterai di tengah lonjakan pesanan kendaraan flash-charge di berbagai sub-merek.
Sistem baterai terbaru perusahaan ini digunakan pada semakin banyak kendaraan yang dilengkapi teknologi pengisian daya ultra-cepat.
Tekanan pada pasokan baterai semakin terlihat setelah laporan penundaan peluncuran SUV BYD Great Tang.
Penundaan ini terjadi di tengah lebih dari 100.000 pesanan pra-penjualan yang membebani alokasi paket baterai Blade 2.0 di antara jajaran model BYD yang terus berkembang.
