Stellantis dan Dongfeng Motor Group mengumumkan rencana pembentukan joint venture di Eropa untuk mengelola penjualan, distribusi, manufaktur, dan R&D kendaraan energi baru Voyah.
Stellantis dan Dongfeng Motor Group (Dongfeng) secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) non-binding untuk membentuk usaha patungan baru di Eropa.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengawasi penjualan, distribusi, manufaktur, pengadaan, dan penelitian serta pengembangan (R&D) kendaraan energi baru (NEV) Dongfeng di pasar Eropa yang ditunjuk.
>>> Xiaomi YU7 GT: SUV Performa Tinggi Siap Mengaspal di China
Menurut proposal awal, usaha patungan ini akan berkantor pusat di Eropa dan dipimpin oleh Stellantis. Stellantis akan memegang saham mayoritas 51%, sementara Dongfeng menguasai 49%.
Kemitraan ini akan fokus pada penjualan dan distribusi model NEV kelas atas dari merek Voyah, serta memfasilitasi proyek pengadaan bersama dan riset teknik.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa kedua raksasa otomotif tersebut sedang menjajaki kelayakan lokalisasi produksi Voyah di pabrik Stellantis di Rennes, Prancis.
Voyah sendiri telah merambah 40 negara dan wilayah dengan lebih dari 240 outlet penjualan di luar negeri.
Pada April 2026, merek ini meluncurkan strategi "Tiga Aksi Besar" – "Pendalaman di Eropa, Tata Letak di Timur Tengah, dan Memasuki Pasar Setir Kanan (RHD)".
Sebagai bagian dari percepatan global ini, Voyah berencana meluncurkan versi RHD dari Voyah Dream pada paruh kedua tahun ini.
"Rencana yang diumumkan hari ini mengangkat kemitraan Stellantis dan Dongfeng yang baru-baru ini diperkuat ke tingkat kerja sama internasional yang baru, yang akan menguntungkan pelanggan di seluruh dunia," ujar Antonio Filosa, CEO Stellantis.
