OTOMOTIF1.com

BYD Flash Charging: Kesenjangan Suhu Baterai Jadi Sorotan

BYD Flash Charging: Kesenjangan Suhu Baterai Jadi Sorotan
BYD’s EV battery installation in China. Credit: China EV DataTracker

Pengujian BYD Blade Battery generasi kedua menunjukkan perbedaan suhu signifikan antara pengukuran lokal dan data BMS saat megawatt flash charging.

Ukuran teks

Sebuah pengujian langsung terhadap baterai BYD Blade generasi kedua mencatat adanya perbedaan antara pengukuran suhu lokal dan pembacaan sistem manajemen baterai (BMS) selama proses megawatt flash charging.

Perbedaan ini terjadi bersamaan dengan komentar teknis dari CTO BYD mengenai batas termal dalam operasi suhu tinggi.

>>> Xpeng GX Raih 25.000 Pesanan dalam 12 Jam Peluncuran

Pengujian dilakukan dalam kondisi ambien sekitar 25°C. Hasilnya, tercatat suhu sensor eksternal lokal mencapai puncak 76,42°C di area tengah-bawah permukaan sel baterai.

Selama sesi pengisian daya yang sama, data BMS kendaraan yang diakses melalui OBD melaporkan suhu pole maksimum sebesar 71°C.

Perbedaan antara kedua nilai tersebut mencerminkan variasi antara titik pengukuran lokal dan pelaporan suhu tingkat sistem dalam arsitektur manajemen baterai.

Kesenjangan Suhu Internal Baterai

Menurut data pengujian, beberapa sensor internal di dalam paket baterai mencatat penyebaran suhu maksimum sebesar 6,5°C.

Rentang suhu ini bervariasi dari 69,89°C hingga 76,42°C, tergantung pada posisi sensor.

Pembacaan ini mengindikasikan bahwa distribusi suhu di dalam paket baterai tidak merata selama kondisi pengisian daya daya tinggi yang berkelanjutan.

Sensor di lokasi berbeda menangkap kondisi termal yang bervariasi di seluruh struktur sel selama siklus pengisian daya yang sama.

Pada sistem baterai lithium iron phosphate (LFP) seperti arsitektur BYD Blade Battery, panas yang dihasilkan selama pengisian daya cepat biasanya terkonsentrasi di dekat antarmuka elektroda dan jalur pengumpulan arus.

Halaman 1 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua