Peneliti Tiongkok berhasil mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan densitas energi 451,5 Wh/kg dan kemampuan pengisian daya ultra-cepat dalam tiga menit.
Peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences) mengumumkan pengembangan baterai solid-state lithium-metal baru yang menjanjikan.
Baterai ini diklaim mampu mencapai densitas energi 451,5 Wh/kg dengan performa pengisian daya super cepat yang stabil.
>>> All-New Volvo EX90: Kendaraan Listrik Paling Canggih dan Aman Kini Hadir di Indonesia
Hasil riset ini diterbitkan dalam Journal of the American Chemical Society dengan judul "Polymer-modulated solvation chemistry via compatibilizing-solvent plasticization for stable high-energy lithium metal batteries."
Fokus utama penelitian adalah pada elektrolit polimer berbasis polyvinylidene fluoride (PVDF).
PVDF dipilih karena stabilitas oksidasi dan konduktivitas ioniknya yang baik, menjadikannya material yang banyak diteliti untuk baterai solid-state.
Namun, plastisizer konvensional yang digunakan dalam elektrolit PVDF seringkali memiliki stabilitas elektrokimia yang buruk.
Hal ini menyebabkan dekomposisi berkelanjutan pada antarmuka elektroda, yang membatasi kompatibilitas dengan anoda lithium metal dan katoda bertegangan tinggi.
Untuk mengatasi masalah ini, tim peneliti mengembangkan strategi "compatibilizing-solvent plasticization".
Proses ini melibatkan pengenalan pelarut kompatibel yang mudah menguap. Pelarut ini sementara meningkatkan kompatibilitas antara polimer dan plastisizer stabil selama persiapan elektrolit.
Setelah pelarut menguap saat pembentukan film, plastisizer akan tetap terperangkap dalam jaringan polimer.
Pendekatan ini diklaim memungkinkan pembentukan lapisan antarmuka yang kaya lithium fluoride (LiF) sekaligus mengurangi reaksi samping pada kedua elektroda.
