Pemilik Denza Z9 GT EV di Tiongkok mengungkapkan biaya penggantian baterai BYD Blade 2.0 LFP mencapai 78.700 yuan atau sekitar Rp 170 juta.
Jika dihitung berdasarkan kapasitasnya, harga baterai tersebut setara dengan 642 yuan per kWh, atau sekitar 94 dolar AS per kWh.
Angka 78.700 yuan juga mencakup sekitar 21% dari total harga ritel Denza Z9 GT.
BYD sendiri menempati posisi kedua dalam daftar produsen baterai EV terbesar di Tiongkok, di bawah CATL.
>>> BYD Atto 3 Generasi Baru Meluncur di China, Jarak Tempuh Bertambah
Posisi ini memberikan keuntungan bagi BYD dalam menekan biaya produksi baterai untuk kendaraan mereka sendiri.
Sebagai perbandingan, seorang pemilik Denza N7 membagikan pengalamannya terkait penggantian baterai.
Untuk baterai LFP berkapasitas 91 kWh pada Denza N7, kutipan harga yang diterima adalah 84.290 yuan (sekitar 12.400 dolar AS).
Denza N7 sendiri merupakan SUV EV berukuran menengah dengan harga jual antara 259.800 hingga 289.800 yuan (sekitar Rp 570 juta hingga Rp 638 juta).
Dalam kasus Denza N7, penggantian baterai tersebut ditanggung oleh garansi tanpa biaya bagi pemiliknya. Namun, harga baterai pengganti itu sendiri mencapai 29% dari harga ritel SUV tersebut.
Perlu dicatat bahwa Denza N7 tidak mendukung teknologi Flash Charging, dan belum ada pembaruan model yang diumumkan.
Baterai pada Z9 GT merupakan generasi yang lebih baru dibandingkan N7, menawarkan teknologi yang lebih maju dan kapasitas yang lebih besar.
Namun, harga pengganti baterai Z9 GT yang lebih besar dan lebih canggih justru lebih rendah daripada N7.
Hal ini kemungkinan besar merupakan hasil dari kemajuan BYD dalam manufaktur baterai dan pengendalian biaya.
Data dari China EV Datatracker menunjukkan bahwa BYD sedang menghadapi penurunan penjualan selama delapan bulan berturut-turut di pasar domestik.
Peningkatan teknologi dan penurunan harga baterai bisa menjadi strategi kunci untuk membalikkan tren tersebut.
Denza juga telah mengumumkan rencana peluncuran Z9 GT di Eropa, dengan harga pra-penjualan sekitar 115.000 euro (sekitar Rp 1,9 miliar).
>>> BYD Atto Generasi Ketiga Meluncur di China, Harga Mulai Rp 231 Jutaan
Diperkirakan BYD akan memanfaatkan keunggulan biaya produksinya untuk bersaing dengan produsen mobil Eropa tradisional.
