Produsen mobil listrik Nio melaporkan laba operasional positif untuk kuartal kedua berturut-turut, menunjukkan ketahanan di tengah pasar otomotif yang kompetitif.
Nio berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif untuk kuartal kedua berturut-turut.
Perusahaan melaporkan laba operasional sebesar 66,8 juta yuan (sekitar 9,8 juta USD) pada kuartal pertama 2026.
>>> Baterai Solid-State Canggih: Riset Tiongkok Capai 451,5 Wh/kg, Isi Penuh dalam 3 Menit
Pencapaian ini menjadi sorotan mengingat kondisi pasar kendaraan listrik yang penuh tantangan.
Banyak produsen lain masih berjuang untuk mencapai profitabilitas, bahkan yang sebelumnya mencatat laba tahunan kini mengalami kerugian kuartalan.
Pendapatan total Nio pada kuartal tersebut melonjak 112,2% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 25,53 miliar yuan (3,75 miliar USD).
Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh fokus perusahaan pada segmen pasar premium.
Laba kotor perusahaan juga mengalami peningkatan drastis sebesar 428,4%, mencapai 4,86 miliar yuan (715 juta USD).
Keberhasilan ini menegaskan strategi Nio dalam memposisikan produknya di pasar kelas atas.
>>> All-New Volvo EX90: Kendaraan Listrik Paling Canggih dan Aman Kini Hadir di Indonesia
Kinerja Finansial dan Penjualan Nio
Beberapa sorotan utama dari laporan keuangan kuartal pertama 2026 Nio meliputi margin keuntungan yang memecahkan rekor.
- Margin kotor konsolidasi mencapai rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, yaitu 19,0%.
- Margin kendaraan juga meningkat menjadi 18,8%, menandai pertumbuhan kuartalan keempat berturut-turut.
- Model ES8 mencatat penjualan ritel sebanyak 13.020 unit pada bulan April. Model ini telah memimpin segmen harga 400.000 yuan (sekitar 58.800 USD) ke atas selama lima bulan berturut-turut.
- Posisi kas perusahaan menguat hingga 48,2 miliar yuan (7 miliar USD), didukung oleh arus kas operasional positif selama tiga kuartal berturut-turut.
