BYD memimpin daftar gugatan terhadap blogger di China dengan total klaim mencapai 1,02 juta USD atau sekitar Rp15 miliar. Merek mobil listrik lainnya juga mengikuti jejak serupa.
Salah satu kasus yang paling disorot melibatkan akun blogger "Long Ge Jiang Dian Che" (龙哥讲电车), yang dioperasikan oleh seorang kreator konten bengkel bernama Liu.
Akun tersebut menerbitkan video yang membahas Blade Battery dan sistem hybrid BYD sebelum terlibat dalam berbagai gugatan yang diajukan oleh BYD, Aito (HIMA), dan Xpeng.
Pada 16 Mei, blogger tersebut menerbitkan video permintaan maaf publik setelah putusan pengadilan tingkat banding yang melibatkan BYD.
Putusan tersebut memerintahkan kompensasi sebesar 2 juta yuan (294.118 USD) dan menyatakan bahwa beberapa klaim yang diperdebatkan merupakan pencemaran nama baik komersial dan persaingan tidak sehat.
Putusan dan penyelesaian terpisah yang melibatkan blogger yang sama menghasilkan pembayaran kompensasi kepada Aito (HIMA) dan Xpeng.
Papan Peringkat Gugatan Otomotif
Merek-merek besar mobil listrik China lainnya, termasuk HIMA, Nio, dan Xpeng, juga telah menempuh jalur hukum terhadap para pembuat konten, meskipun angka kompensasi yang diungkapkan secara publik lebih rendah.
BYD memimpin dengan total klaim 1.018.574 USD (6.926.300 yuan) yang tersebar di beberapa akun blogger.
Akun "Da Qin Jun Shan Tuan" (Yao Weiqiang) menerima klaim terbesar kedua dari BYD sebesar 295.588 USD (2.010.000 yuan).
Aito (HIMA) menempati peringkat kedua dengan total klaim 302.941 USD (2.060.000 yuan).
Sebagian besar klaim ini ditujukan kepada blogger "Wo Shi Da Bin Tong Xue" (Da Bin) sebesar 220.588 USD (1.500.000 yuan).
