Otoritas perlindungan konsumen Thailand menggugat Volvo setelah dua unit EX30 terbakar, salah satunya merusak mobil lain dan bangunan.
Otoritas perlindungan konsumen Thailand telah mengajukan gugatan sipil terhadap Volvo menyusul dua insiden kebakaran yang melibatkan mobil listrik EX30 di negara tersebut.
Gugatan ini dilayangkan tiga bulan setelah Volvo melakukan penarikan kembali (recall) terhadap lebih dari 40.000 unit EX30 secara global akibat risiko kebakaran baterai.
>>> Jeep Siapkan Kembalinya SRT dengan Scrambler Hemi Dua Pintu
Insiden pertama terjadi di Bangkok sekitar 25 Maret, sementara kebakaran kedua pada 15 Mei. Mobil EX30 yang terbakar pada insiden kedua sedang dalam pengisian daya di rumah pemiliknya.
Api dengan cepat menyebar ke Ford Ranger yang terparkir di sebelahnya, dan juga merusak bangunan.
Menurut penarikan kembali yang dikeluarkan Volvo pada Februari, kedua unit EX30 yang terbakar tersebut diisi daya melebihi batas 70 persen yang direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan sementara.
Penjelasan ini tidak memuaskan pihak berwenang Thailand, yang kini menuntut ganti rugi dan pengembalian dana bagi para pemilik.
Sebanyak 1.668 unit EX30 di Thailand terdampak oleh penarikan kembali ini.
Volvo menyatakan bahwa paket baterai pengganti telah tiba di Thailand dari Tiongkok dan akan dipasang pada mobil pelanggan mulai 22 Mei.
>>> Chery Ingin Masuk Pasar AS, Namun Kongres Menentang Keras
Namun, Otoritas Perlindungan Konsumen (OCPB) Thailand menyatakan ketidakpuasannya atas keterlambatan tiga bulan dalam pengiriman baterai pengganti sejak recall diumumkan.
