Jaringan diler Mitsubishi di AS menyusut 16% sejak 2019. Sejumlah dealer bahkan menjual mobil ribuan dolar di bawah harga faktur untuk keluar dari bisnis.
Seorang peritel mengaku membeli 14 mobil dari pesaing dengan diskon $7.000 hingga $8.000 di bawah harga faktur.
Diler yang tutup itu hanya menjual dua Mitsubishi baru per bulan, sementara franchise lain dari merek berbeda mampu menjual 150 kendaraan dalam periode yang sama.
>>> Jeep Siapkan Kembalinya SRT dengan Scrambler Hemi Dua Pintu
Penjualan armada juga menjadi masalah. Hampir 60 persen volume Mitsubishi pada kuartal pertama tahun ini dialihkan ke pembeli armada.
Dealer mengklaim kendaraan trim rendah sering dialihkan ke perusahaan rental, sementara gerai eceran berebut stok terbatas.
Keuntungan bersih rata-rata di diler Mitsubishi kurang dari 2 persen dari penjualan nasional.
Seorang dealer Midwest yang baru saja menutup tokonya mengatakan ia “kehilangan kepercayaan” pada kemampuan merek menghadirkan lini produk kompetitif dan “muak” setelah bertahun-tahun merugi.
“Sampai Mitsubishi bisa membuat dealer bersemangat dengan mobilnya dan menghasilkan uang, jalan mereka akan sulit,” katanya.
Rencana Penyelamatan: Crossover Listrik
Mitsubishi berjanji mobil baru akan hadir akhir tahun ini, yaitu sebuah crossover all-electric. Namun, kendaraan listrik belum menjadi primadona di lantai diler saat ini.
>>> Chery Ingin Masuk Pasar AS, Namun Kongres Menentang Keras
Jika tidak ada gebrakan, merek Jepang itu berisiko semakin kecil atau bahkan punah di Amerika. Saat ini, Mitsubishi membutuhkan produk baru yang menarik lebih dari sebelumnya.
