Pemilik Audi melaporkan pompa air pada mesin V6 turbo EA839 bocor dan menyebabkan kerusakan. Biaya perbaikan disebut mencapai lebih dari $6.000 atau sekitar Rp 96 juta.
Pemilik Audi mengeluhkan pompa air pada mesin V6 turbo EA839 yang diduga cacat.
Kebocoran cairan pendingin disebut bisa menyebabkan kerusakan parah dan biaya perbaikan mencapai lebih dari $6.000 atau sekitar Rp 96 juta.
>>> Konsep BMW Z/Z: Roadster Listrik Modular dengan Tiga Mode
Gugatan class action baru diajukan terhadap Audi.
Gugatan ini menyoroti pompa air pada mesin 2.9 liter dan 3.0 liter twin-turbo yang rentan rusak sebelum waktunya.
Masalah pada Pompa Air EA839
Menurut gugatan yang dilihat Carcomplaints, masalah bukan sekadar kebocoran kecil. Seal, housing, dan komponen internal modul pendingin diduga menurun kualitasnya pada suhu operasi normal.
Akibatnya, cairan pendingin bocor ke sistem vakum dan komponen lain. Hal ini bisa memicu kerusakan lebih lanjut, termasuk pada turbocharger.
>>> Kepala Insinyur Lexus ES Tidak Senang dengan Dominasi SUV
Pemilik biasanya tidak menyadari kebocoran kecil di awal. Saat lampu peringatan menyala atau level cairan turun, kerusakan mungkin sudah terjadi.
Gugatan mencakup berbagai model Audi dari tahun 2018 hingga 2024. Daftarnya meliputi A4, A5, A6, A7, A8, Q7, Q8, SQ5, S6, S7, dan RS5.
Pemilik Menanggung Biaya
Dua pemilik menjadi penggugat utama.
Seorang pemilik dari California mengatakan Audi A6 2019 miliknya perlu penggantian pompa air, PCV valve, dan sistem vakum setelah mekanik menemukan kebocoran.
