OTOMOTIF1.com

China Pimpin Paten Baterai Solid-State, tapi Peringatkan Ancaman Tertinggal

China Pimpin Paten Baterai Solid-State, tapi Peringatkan Ancaman Tertinggal
Market share of top 10 EV battery Makers by battery installations in China. Credit: China EV DataTracker

China menguasai 35% paten baterai solid-state global, namun risiko disusul AS, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Riset dan produksi massal ditargetkan 2030.

Ukuran teks

Sepuluh besar semuanya berasal dari Jepang atau Korea Selatan. Toyota menjadi pemegang paten korporat terbesar dengan sekitar 40% paten global.

Perusahaan China seperti CATL, BYD, dan SVOLT termasuk pengaju paten terbaru yang aktif, dengan lebih dari 500 pengajuan pada 2023 saja.

Produksi Percontohan dan Target Komersialisasi

Industri bergerak dari pengembangan skala percontohan menuju produksi kecil-batch terbatas. Produksi awal diperkirakan pada 2027, dan komersialisasi lebih luas ditargetkan 2030.

Peneliti China baru-baru ini meluncurkan prototipe baterai solid-state 451,5 Wh/kg dengan klaim pengisian daya tiga menit.

Ganfeng Lithium, yang didukung Changan, melaporkan baterai solid-state mencapai 1.100 siklus dengan kepadatan energi 400 Wh/kg, dan menargetkan 500 Wh/kg untuk produksi masa depan.

CATL juga mematenkan senyawa litium berfluorinasi dan sistem elektrolit sulfida untuk meningkatkan pengisian cepat dan stabilitas termal.

Gotion High-tech telah menyelesaikan desain jalur produksi baterai all-solid-state 2 GWh, sementara jalur percontohan 0,2 GWh sudah beroperasi dengan pengujian kendaraan.

>>> Warisan Mobil Klasik Boomers Bernilai $570 Miliar, Ahli Waris Belum Siap

Pasar baterai EV China tetap sangat terkonsentrasi.

CATL memimpin instalasi dengan 29,06 GWh dan pangsa pasar 47,2%, diikuti BYD dengan 10,49 GWh (17,1%), dan Gotion High-tech dengan 4,05 GWh (6,6%).

Selain kendaraan listrik, pengembangan baterai solid-state meluas ke robot humanoid, pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik, elektronik konsumen, dan sistem penyimpanan energi.

Namun, belum ada jadwal penerapan untuk area tersebut.

Tantangan teknis yang belum terpecahkan meliputi pembentukan dendrit litium, mekanisme transpor ion, rekayasa antarmuka solid-solid, dan mekanisme kegagalan baterai.

Tiga jalur elektrolit utama—sulfida, oksida, dan polimer—terus dikembangkan tanpa dominasi satu jalur pun.

Laporan juga mencatat kesenjangan dalam pengajuan paten luar negeri: perusahaan China lebih sedikit mengajukan paten internasional dibandingkan pesaing Jepang dan Korea Selatan yang memiliki cakupan lebih luas di AS, Eropa, Asia Tenggara, dan India.

>>> Lexus F-Sport Masa Depan Bisa Jadi Sepenuhnya Listrik

Standar nasional baterai solid-state pertama China, berjudul “Istilah dan Klasifikasi”, saat ini dibuka untuk konsultasi publik.

Halaman 2 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua