Ford harus menghentikan produksi F-150 selama empat hari karena cetakan kap mesin rusak, memperparah kekurangan pasokan yang sudah mencapai 60.000 unit.
Ford kembali mengalami kendala dalam produksi F-150, truk terlaris di Amerika. Kali ini, penyebabnya bukan pasokan aluminium, melainkan cetakan kap mesin yang rusak.
Produksi dihentikan pada Kamis malam dan diperkirakan tidak beroperasi hingga akhir pekan. Dengan libur Memorial Day, total waktu produksi yang hilang mencapai empat hari.
>>> Hino dan DAMRI Resmi Luncurkan Armada Bus Baru untuk Rute Legendaris 'Trip 3 Negara'
Ford menjalankan dua shift masing-masing 10 jam per hari di pabrik tersebut. Akibatnya, penghentian ini bisa menyebabkan kehilangan produksi hingga 2.500 unit.
Padahal, Ford sudah mengalami kekurangan pasokan sekitar 60.000 unit dibandingkan tahun lalu. Perusahaan sangat ingin meningkatkan produksi untuk mengurangi defisit tersebut.
>>> Skoda Kylaq SUV India Seharga Rp125 Juta Berpotensi Jadi Mobil Termurah di Eropa
Dampak dan Upaya Pemulihan
Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Detroit Free Press, Ford mungkin harus menambahkan shift ekstra di luar jadwal normal, seperti 'Super Saturday' atau 'Super Sunday', untuk meminimalkan dampak.
>>> Cupra Tindaya SUV Siap Produksi, Incar Pasar Premium Lawan BMW iX3
Penghentian produksi ini disebabkan oleh kerusakan cetakan hood die di pabrik stamping terdekat. Cetakan tersebut digunakan untuk membentuk panel luar dan dalam kap mesin F-150 dari aluminium.
Sebelumnya, pasokan F-150 sudah turun lebih dari 40 persen akibat kebakaran di pabrik aluminium Novelis di New York pada September lalu.
>>> Mercedes-Benz Bus Tumbuh 36,9% di Tengah Dinamika Industri Transportasi 2026
Ford berupaya meningkatkan produksi dan menargetkan kenaikan output seri F sebesar 50.000 unit pada 2026, namun hal itu baru bisa tercapai pada akhir tahun.
