Jason Fenske dari Engineering Explained mengalami berbagai masalah pada Lucid Air Touring 2025, mulai dari pintu macet hingga masalah keselamatan. Lucid akhirnya membeli kembali mobil tersebut.
Jason Fenske, pembawa acara Engineering Explained, memutuskan untuk mengakhiri sewa Lucid Air Touring 2025 setelah mengalami serangkaian masalah yang tak kunjung selesai.
Mobil listrik andalan Lucid itu ternyata bermasalah sejak awal.
>>> Paket $18K dari Unplugged Melengkapi Cybertruck dengan Fitur yang Tidak Disediakan Tesla
Masalah Beruntun pada Lucid Air
Fenske menandatangani sewa tiga tahun untuk Lucid Air Touring tahun lalu. Namun, masalah mulai muncul hampir segera setelah mobil diterima.
Beberapa masalah yang dilaporkan meliputi gagang pintu yang tidak berfungsi, fungsi ponsel sebagai kunci yang bermasalah, dan tempat cangkir yang rusak.
Daftar keluhan terus bertambah.
Lucid sempat berjanji akan memperbaiki semua masalah tersebut. Namun, perbaikan tidak kunjung membuahkan hasil memuaskan.
>>> Ferrari Luce EV Meluncur Lebih Awal dengan Sentuhan Jony Ive
Dalam perjalanan darat selama empat hari, Fenske mengalami masalah baru. Pintu belakang tidak bisa dibuka meskipun sudah tidak terkunci.
Sistem HVAC juga bermasalah.
Saat anjing Fenske duduk di kursi belakang, ia menyadari suhu di satu sisi kabin lebih panas dari sisi lainnya, meskipun kedua sisi diatur pada suhu 65°F.
Masalah lain termasuk garis bantu mundur pada layar kamera yang tiba-tiba hilang, dan Apple CarPlay yang sering gagal dimuat.
Yang paling mengkhawatirkan adalah masalah keselamatan. Fenske menggunakan mode Stop Mode set ke 'hold' yang seharusnya menahan mobil saat berhenti tanpa menginjak rem.
