Alexey Semenov, mantan desainer Nio dan GWM, menilai Ferrari Luce memiliki proporsi eksterior yang bermasalah dan desain velg yang kontroversial.
Interpretasi ulang grafis lampu belakang empat lingkaran khas Ferrari tidak terintegrasi dengan baik. Massa belakang terkesan terpotong secara tiba-tiba.
>>> Miller Motorcars Ubah Porsche Carrera GT Jadi Supercar Retro JC9
Perlakuan permukaan eksterior secara keseluruhan konservatif dan hati-hati. Potensi pendekatan desain produk yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih dalam terasa tidak tergali.
Semenov mencontohkan Testarossa sebagai mobil yang berhasil mensintesis pemikiran industrial dan drama otomotif. Sayangnya, inspirasi itu tidak dimanfaatkan pada Luce.
Interior yang Kontras dengan Eksterior
Interior Luce justru mendapat pujian. Semenov menyebutnya sebagai contoh desain produk yang percaya diri, koheren, dan dieksekusi dengan indah.
Interior kaya akan detail mekanis, kualitas taktil, dan filosofi desain yang konsisten. Namun, sebagai interior Ferrari di segmen harga ini, muncul pertanyaan identitas merek.
Ketegangan utama Luce terletak pada inkonsistensi antara interior dan eksterior. Interior menunjukkan komitmen penuh terhadap pendekatan desain produk, sementara eksterior tidak.
>>> Hongqi Guoya Jadi Mobil China Termahal di Rusia, Harganya Capai Rp6,9 Miliar
Menurut Semenov, Ferrari Luce bukan tanpa merit. Namun, jarak antara potensi dan eksekusi, terutama pada eksterior, merupakan peluang yang terlewatkan.
