Alexey Semenov, mantan desainer Nio dan GWM, menilai Ferrari Luce memiliki proporsi eksterior yang bermasalah dan desain velg yang kontroversial.
Alexey Semenov, seorang desainer otomotif yang pernah bekerja untuk Nio dan GWM, memberikan analisis profesionalnya mengenai desain Ferrari Luce.
Menurutnya, mobil listrik ini menyia-nyiakan potensi besar.
>>> RUU Anti Mobil China Bisa Berdampak pada Penjualan Mercedes di AS
Semenov saat ini menjalankan konsultan desain A3 Agentur di Munich.
Ia terlibat dalam desain Fiat 500 Electric, Nio ES6 generasi kedua, konsep GWM Tank 700, serta Fisker Ronin dan Pier.
Proporsi Eksterior yang Bermasalah
Dari segi proporsi eksterior, Luce terlihat pendek, sempit, dan tinggi. Kombinasi ini menantang estetika otomotif dan membuat pengelolaan volume menjadi kritis.
Sayangnya, perlakuan volumetrik tidak sepenuhnya menyelesaikan ketegangan proporsional tersebut. Mobil ini membawa kesan kompresi visual yang sulit diatasi oleh bahasa desainnya.
Desain Velg yang Kontroversial
Salah satu keputusan paling membingungkan adalah desain velg. Meskipun menggunakan velg 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, hasil visualnya justru mengecewakan.
>>> Penjualan EV China Mei 2026: Leapmotor Cetak Rekor, BYD Hentikan Penurunan
Velg aero dengan pembagian warna membuatnya terlihat lebih kecil dari ukuran sebenarnya. Warna split tersebut secara aktif mengurangi diameter visual, menciptakan kesan velg berukuran 14-15 inci.
Bagian depan Luce dinilai sebagai area eksterior yang paling berhasil. Namun, bagian belakang tidak memiliki kepercayaan diri yang sama.
Bagian belakang terbaca lebar, tinggi, dan terkompresi. Transisi dari garis atap gagal memberikan kesimpulan yang elegan.
