Slate Auto menghadirkan pikap listrik tanpa modem seluler. Data pengguna tidak dikumpulkan untuk iklan, hanya untuk meningkatkan layanan. Pesanan dibuka 24 Juni.
Slate Auto, startup otomotif asal Amerika Serikat, memperkenalkan pikap listrik yang mengedepankan privasi pengguna. Kendaraan ini tidak dilengkapi modem seluler, sehingga tidak terhubung ke internet secara permanen.
Dengan pendekatan minimalis, Slate Truck tidak memiliki sistem infotainment bawaan, kaca jendela manual, dan jumlah komponen yang sedikit.
>>> OECD Sebut Subsidi Mobil China seperti Doping di Olahraga
Namun, fitur yang paling menonjol adalah ketiadaan konektivitas cloud.
Privasi sebagai Prioritas
Berbeda dengan mobil modern yang terus melacak lokasi, kebiasaan berkendara, dan data pribadi lainnya, Slate Truck tidak mengirimkan data ke server eksternal.
Aplikasi smartphone yang tersedia hanya berfungsi saat ponsel berada di dekat kendaraan.
>>> TV 137 Inci Bugatti Bisa Hilang ke Dalam Lemari dalam 45 Detik
Menurut Slate, data yang dikumpulkan melalui aplikasi hanya digunakan untuk meningkatkan pengalaman kepemilikan, bukan untuk periklanan atau keuntungan tambahan.
Perusahaan menegaskan bahwa pengguna bukanlah produk.
Kebijakan ini kontras dengan praktik industri otomotif yang semakin mengandalkan data pelanggan untuk layanan berlangganan dan fitur jarak jauh.
Beberapa produsen bahkan mendapat kritik terkait pengumpulan dan penyimpanan data.
>>> Misteri SUV Chrysler: Tampang Cadillac, Jiwa Ioniq 5
Tentu saja, tanpa modem, beberapa kemudahan seperti kontrol suhu jarak jauh dan pelacakan kendaraan tidak tersedia. Namun, bagi pembeli yang peduli privasi, hal ini justru menjadi nilai tambah.
Slate akan membuka pemesanan pada 24 Juni. Pemegang reservasi dapat mengonfirmasi pesanan dengan deposit USD300 (dikurangi biaya reservasi USD50).
Harga resmi akan diumumkan pada hari yang sama.
>>> Audi Konfirmasi Q7 Generasi Ketiga, Tapi Posisinya Sudah Turun
Dengan lebih dari 160.000 reservasi, pengiriman dijadwalkan mulai pertengahan 2027. Konsumen memiliki waktu panjang untuk memutuskan apakah kendaraan yang 'tidak ikut campur' ini layak ditunggu.
