Chery Group membantah rumor bentrok antara eksekutif dan dealer yang beredar di media sosial. Perusahaan telah melaporkan kasus ini ke polisi dan akan menempuh jalur hukum.
Laporan industri menyebutkan bahwa beberapa diskusi online merujuk pada grup dealer Hengxin Auto. Namun, pernyataan resmi Chery tidak menyebutkan nama dealer, eksekutif, atau insiden tertentu.
Hingga 4 Juni 2026, belum ada bukti yang mengonfirmasi terjadinya bentrokan fisik, dan belum ada temuan polisi atau pemberitahuan lanjutan resmi yang dirilis.
>>> GM Tarik Komponen Kunci V8 Baru ke Dalam Pabrik Setelah Recall 600.000 Truk
Tren Tindakan Hukum oleh Produsen Mobil
Langkah Chery ini mengikuti tren yang lebih luas di kalangan produsen mobil China, yang semakin sering menggunakan departemen hukum untuk melawan misinformasi daring.
Bulan lalu, BYD mengungkapkan bahwa mereka menjadi salah satu produsen mobil paling aktif di China dalam menangani kasus pencemaran nama baik yang melibatkan blogger dan influencer daring.
CarNewsChina sebelumnya melaporkan bahwa BYD menuntut lebih dari 7,3 juta yuan (sekitar 1,02 juta USD) dalam beberapa klaim hukum terhadap pembuat konten.
Putusan pengadilan tingkat kedua juga menguatkan putusan yang mewajibkan seorang blogger untuk mengeluarkan permintaan maaf publik setelah kasus dengan kerugian 2,1 juta yuan (sekitar 293.000 USD).
>>> BMW iX5 M Terlihat, Bisa Lebih Gahar dari X5 M Bensin
Kasus Chery terbaru menambah daftar tindakan hukum publik oleh perusahaan otomotif China yang bertujuan memerangi rumor dan melindungi reputasi perusahaan.
