Peneliti China mengembangkan motor axial flux dengan kepadatan daya 25,73 kW/kg dan kecepatan 18.000 rpm, cocok untuk EV, robot humanoid, dan pesawat low-altitude.
Peneliti China berhasil mengembangkan motor axial flux berkinerja tinggi dengan kepadatan daya 25,73 kW/kg dan kecepatan putaran lebih dari 18.000 rpm.
Teknologi ini diumumkan pada 5 Juni 2026 dan dilaporkan oleh CCTV.
>>> Xpeng GX Raih 1.000 Pesanan Blind dari Luar Negeri, Pre-sales Timur Tengah Dimulai
Proyek ini dikerjakan bersama oleh Pangoo Power dan Ningbo Institute of Materials Technology and Engineering, Chinese Academy of Sciences.
Mereka memperkenalkan material magnet permanen khusus yang dirancang untuk motor axial flux.
Material baru ini meningkatkan produk energi magnet, stabilitas suhu tinggi, dan kekuatan mekanis. Semua itu tetap kompatibel dengan produksi massal.
Keunggulan Motor Axial Flux
Motor axial flux berbeda dari motor radial konvensional karena fluks magnet sejajar dengan poros motor. Arsitektur berbentuk cakram ini memperpendek panjang aksial motor.
Torsi dihasilkan lebih dekat ke diameter luar, sehingga meningkatkan kepadatan torsi dan daya sambil mengurangi berat.
Desain ini sebenarnya sudah ada sejak motor listrik pertama karya Michael Faraday di abad ke-19.
Namun, keterbatasan material magnet dan teknik manufaktur menghambat komersialisasi. Kemajuan di bidang magnet permanen, elektronika daya, dan manufaktur presisi kini menghidupkan kembali teknologi ini.
>>> Dongfeng Sertifikasi Mesin Hybrid 2.0T dengan Efisiensi Termal 45,5%
Peneliti China menyebut motor axial flux dapat mengurangi berat dan ukuran aksial sekitar 50% dibanding motor tradisional dengan performa serupa.
