China telah membangun 43.000 pabrik cerdas dalam sistem empat tingkat. AI kini menjadi tolok ukur wajib untuk pabrik tingkat Excellence dan Leading.
>>> SIMPATI Woman Rally Team Raih Podium di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 Semarang
Perusahaan telah mengembangkan algoritma yang terus mengevaluasi kesehatan transformator menggunakan data operasional waktu nyata.
Sistem ini dapat mengeluarkan peringatan status delapan hingga dua belas jam sebelum potensi masalah muncul, memungkinkan tim pemeliharaan untuk melakukan intervensi lebih awal.
Tren serupa terlihat di industri galangan kapal. Di Hengli Shipbuilding di Dalian, sistem digital menghubungkan desain, perencanaan, pengadaan, rantai pasokan, produksi, dan keuangan.
Tugas yang sebelumnya membutuhkan dua perencana bekerja selama lebih dari dua minggu kini dapat diselesaikan oleh perangkat lunak AI dalam waktu sekitar 30 menit, dengan personel hanya fokus pada verifikasi dan penyesuaian.
Pejabat MIIT mengatakan pengembangan ke depan akan menekankan model dasar industri, model AI khusus sektor, dan kumpulan data industri berkualitas tinggi.
Kementerian juga berencana mempercepat evolusi robot, peralatan mesin, dan sistem kontrol industri menuju fungsi "agen cerdas" yang lebih otonom.
>>> Bushwakka Ubah Land Cruiser Jadi Camper untuk Empat Orang, Ada Bilik Mandi
Kendaraan Energi Baru Jadi Sektor Prioritas
Kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) menjadi salah satu industri yang diidentifikasi untuk pabrik Terdepan masa depan dan penerapan AI industri skala besar.
Sektor otomotif China telah menjadi etalase manufaktur maju.
Pada 2025, pabrik Avatr yang mendukung AI 5G mampu memproduksi satu kendaraan setiap 60 detik melalui proses manufaktur yang sangat otomatis.
